Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv logo xplore

Isak Tangis Murid Pecah, SDN Anyar 4 Serang Diblokir Ahli Waris Pemilik Lahan

Isak tangis dari murid mengiringi penutupan SDN Anyar 4 Serang Banten oleh wahli waris pemilik lahan.
Rendi Mahendra
Rendi Mahendra - Bisnis.com 19 Oktober 2023  |  10:13 WIB
SDN Anyar 4, Kabupaten Serang, Banten, diblokir oleh ahli waris pemilik tanah.
SDN Anyar 4, Kabupaten Serang, Banten, diblokir oleh ahli waris pemilik tanah.

Bisnis.com, JAKARTA - Isak tangis dari sejumlah murid SDN Anyar 4, Kabupaten Serang, Banten, mengiringi penutupan dengan menurunkan tumpukan batu di gerbang sekolah.

Terlihat dari video yang diunggah akun X @mazzini_gsp, Rabu (18/10), dumptrukk menurunkan batu koral di gerbang masuk sekolah yang menutup akses.

Hal tersebut membuat murid yang sekolah di SDN Anyar 4 menangis histeris melihat penutupan sekolah tersebut.

Adapun pihak yang memblokir sekolah tersebut diduga ahli waris pemilik tanah. Hal ini membuat wali murid turut merasa iba dengan adanya penutupan tersebut.

“Kasihan pak sedih melihat anak-anak  di sini,” ujar wali murid yang terekam di video.

Bahkan Camat Anyar Imron Ruhyadi datang ke lokasi sekolah untuk bernegoasiasi dengan ahli waris tanah.

Sementara itu, penutupan akses masuk SDN 4 Anyar tersebut terjadi pada Selasa (17/10), sekitar pukul 17.00 WIB.

Kendati demikian, sekolah SDN Anyar 4 sudah berdiri sejak tahun 1970. Namun permasalahan terjadi hingga ahli waris tanah memblokir akses masuk sekolah.

Permasalahan tersebut sudah dimediasi dengan pihak kepolisian setempat, namun belum menemui titik terang.

“Mediasi pihak-pihak terkait sempat difasilitasi pihak kepolisian tapi belum ada titik temu,” tulis caption dalam video yang diunggah akun X @mazzini_gsp.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah sekolah dasar serang
Editor : Rendi Mahendra

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini Lainnya

    back to top To top