Update Demo di DPR: Bom Molotov Mulai Hujani Gedung Dewan

Demo di DPR Jakarta ricuh, massa lempar bom molotov ke gedung. Aksi protes ini dipicu insiden tewasnya pengemudi ojol oleh kendaraan taktis Brimob.
Massa aksi menerobos Gerbang Utama Kompleks DPR/MPR/Bisnis-Surya D. S
Massa aksi menerobos Gerbang Utama Kompleks DPR/MPR/Bisnis-Surya D. S
Ringkasan Berita
  • Massa demonstrasi di Kompleks DPR/MPR Jakarta melemparkan petasan dan bom molotov, menyebabkan situasi semakin ricuh.
  • Belum ada instruksi dari aparat untuk membubarkan massa meskipun situasi semakin memanas, dan pasukan TNI AD turut dikerahkan untuk pengamanan.
  • Aksi ini merupakan protes terhadap rencana kenaikan tunjangan DPR dan insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online akibat kendaraan taktis Brimob.

* Ringkasan ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA - Massa aksi demonstrasi masih melempari petasan hingga bom molotov ke dalam kawasan Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (29/8/2025) malam.

Berdasarkan pantauan Bisnis di lokasi sekitar pukul 18.55 WIB, tembakan kembang api dari massa aksi masih terus menghujani kawasan Gedung DPR. Bahkan, ada beberapa massa yang terpantau menembakkan bom molotov ke dalam area gedung.

"Iya, tadi ada beberapa yang lempar molotov," ujar salah seorang Polisi Militer di Gedung DPR, Jumat (29/8/2025).

Perlu diketahui, bom molotov adalah senjata rakitan sederhana yang biasanya terdiri dari botol kaca berisi cairan mudah terbakar, seperti bensin atau alkohol, dengan sumbu kain di mulut botol. Saat dilempar dan pecah, cairan tersebut menyebar serta terbakar, menimbulkan api yang cepat meluas.

Meski kondisi sudah mulai ricuh, barisan aparat yang berjaga tampak masih diam dan belum ada upaya untuk membubarkan massa aksi. Saat ditanya, salah satu petugas pun mengaku belum ada instruksi untuk membubarkan massa.

"Belum ada arahan dari pimpinan untuk membubarkan massa," ujar salah satu aparat kepolisian.

Adapun, demonstrasi kali ini merupakan lanjutan aksi protes terhadap rencana kenaikan tunjangan DPR dan kecaman atas tindakan aparat yang menyebabkan korban jiwa.

Sebagai langkah pengamanan, pasukan TNI AD turut dikerahkan di lapangan. Padahal, biasanya pengamanan aksi di sekitar kompleks parlemen menjadi tugas utama Polri.

Aksi ini dipicu insiden tragis sehari sebelumnya yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, setelah terlindas kendaraan taktis (Rantis) Barakuda milik Brimob. Peristiwa tersebut memicu gelombang protes serupa di berbagai titik di Jakarta serta sejumlah daerah lain di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bisnis Plus logo

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro