RSS FEEDLOGIN

Yield Obligasi AS Tenor 10 Tahun Dekati Level Tertinggi 10 Bulan

Achmad Aris   -   Kamis, 21 Februari 2013, 07:05 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130118_compact_bursa_ri1.jpgNEW YORK--Imbal hasil alias yield surat utang negara AS tenor 10 tahun ditransaksikan mendekati level tertinggi dalam 10 bulan setelah pertemuan the Fed menunjukkan pembuat kebijakan melanjutkan untuk membahas kapan mulai memangkas pembelian surat utang.

Obligasi negara acuan itu berfluktuasi karena beberapa pembuat kebijakan Fed menyatakan bank sentral harus siap untuk mengubah langkah dari pembelian obligasi bulanan senilai US$85 miliar di tengah masalah tentang risiko dan keuntungan dari kebijakan quantitative easing berikutnya.

Surat utang AS turun sebelumnya setelah laporan menunjukkan pembangun membuat terobosan pada Januari dalam lebih banyak perumahan keluarga tunggal lebih dari 4 tahun dan izin pembangunan meningkat, yang mengindikasikan momentum industri terbawa ke 2013.

Perbedaan antara yield surat utang untuk tenor 2 tahun dan 10 tahun telah melebar menjadi 1,77%, mendekati level tertinggi sejak April.

"Kami telah mengambil aksi jual kembali setelah beberapa menit karena pasar menyadari bahwa the Fed bergerak lebih pada masalah kebijakan dan kurang untuk suatu tindakan yang perlu segera dilakukan," kata Aaron Kohli, Analis BNP Paribas SA seperti dikutip Bloomberg, Kamis (21/2).

"Ekonomi belum terlihat keluar dengan cepat sehingga butuh untuk memulai pembelian kembali. Sampai ekonomi membaik, the Fed akan terus berbuat salah disisi pelonggaran," tambahnya.

Yield obligasi AS tenor 10 tahun turun 2 basis poin atau 0,02% ke level 2,01% pada pukul 5 sore waktu New York.

Yield acuan tersebut telah menyentuh level 2,05%. Pada 14 Februari, yield telah naik menjadi 2,06% atau level tertinggi sejak April 2010.

Editor : Fahmi Achmad

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.