RSS FEEDLOGIN

XL AXIATA: Laba Bersih Menukik Tajam Jadi Rp316 Miliar

Amri Nur Rahmat   -   Rabu, 01 Mei 2013, 18:15 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

121016_compact_xl_axiata1.jpgBISNIS.COM, JAKARTA-- Emiten telekomunikasi, PT XL Axiata Tbk mencatat penurunan laba bersih hingga 53% kuartal I/2013 menjadi Rp316 miliar dari kinerja periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp667 miliar.

EBITDA emiten berkode EXCL tersebut, sepanjang kuartal I/2013 juga mengalami penurunan 15% menjadi Rp2,03 triliun dibandingkan dengan periode Januari-Maret 2012 yang mencapai Rp2,39 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan PT XL Axiata Tbk yang dirilis Rabu (1/4/2013), margin EBITDA perusahaan tercatat turun pada level 40% hingga akhir Maret 2013 yang dipicu pertumbuhan depresiasi dan amortisasi sepanjang kuartal I/2013 yang naik 9% menjadi Rp1,33 triliun dari Rp1,21 triliun (YoY).

Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur XL, mengatakan penurunan kinerja perusahaan di kuartal pertama tahun ini dipengaruhi oleh aksi korporasi yang gencar meluncurkan sejumlah paket layanan dengan harga lebih rendah (affordable).

Selain itu, penurunan kinerja keuangan turut dipengaruhi realisasi pembangunan infrastruktur BTS sepanjang kuartal I/2013 jauh lebih banyak dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mengakibatkan penyerapan beban biaya penyewaan tower ditanggung pada kuartal pertama tahun ini.

"Hal lainnya, adalah beban kurs yang harus di tanggung XL sebesar Rp26 miliar, sehingga laba (bersih) hanya sebesar Rp316 miliar," ujar Hasnul melalui keterangan resmi, Rabu (3/5/2013).

Meski laba bersih perusahaan anjlok pada pada kuartal I/2013 (YoY), EXCL mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp5,05 triliun, naik tipis 2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,93 triliun.

Hal tersebut di topang pertumbuhan pelanggansebesar 7% menjadi  49,1 juta, serta peningkatan penggunaan outgoing voice minutes, SMS, dan traffic data.

Adapun untuk realisasi capex EXCL sepanjang kuartal I/2013 mencapai Rp1,98 triliun, yang sebagian besar menggunakan data internal.

Selama kuartal I/2013, emiten telekomunikasi tersebut telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Mandiri sebesar Rp3 triliun dan pinjaman kredit dari BTMU sebesar US$110 juta.

Editor : Yoseph Pencawan

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.