RSS FEEDLOGIN

WISATA KULINER: Nikmatnya makan beralas daun

Mursito   -   Sabtu, 05 Mei 2012, 06:59 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

Bagi sebagian orang, makan beralas daun dapat menjadi pematik selera makan. Aroma daun pisang yang menyatu dengan beraneka makanan hangat memberi sensasi tersendiri bagi si penyantap.

 

Sesuai dengan namanya Restoran Alas Daun merupakan salah satu restoran di Bandung yang menyajikan makanan di atas daun pisang. Rumah makan yang baru berdiri setahun lalu tepatnya pada 15 April 2011 mampu menampung sekitar 285 orang berlokasi di Jalan Citarum.

 

Di restoran ini Anda bisa menikmati aneka kuliner dari Sabang hingga Merauke. Setidaknya ada sekitar 56 menu tersedia di sini. Untuk harga makanannya pun tidak terlalu mahal, yaitu berkisar Rp5.000-Rp20.000 per porsi. Begitu juga dengan minumannya sekitar Rp5.500-Rp13.500.

 

Bagi Anda pendatang baru, mungkin bisa mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh Ano Sutisna chef Alas Daun. Dia menyebutkan beberapa menu yang menjadi andalan di restoran tersebut. Pertama, turuwuk, sajian tumisan dengan bahan dasar turuwuk (mirip jagung semi), udang dan cabai hijau serta rempah. "Ini makanan asli Cianjur tetapi kami modifikasi."

 

Berikutnya jengkol crispy yaitu jengkol yang diiris tipis seperti keripik dengan bumbu asam manis dari cuka, gula pasir, cabai merah, dan cabai rawit merah. Kreasi lain yang menjadi unggulan yaitu bunga pepaya, tumis yang terdiri dari bunga pepaya dengan rasa sedikit pahit dicampur kacang panjang yang diiris tipis, petai serta orak-arik telur.

 

Selain itu, ada juga dua resep berbahan dasar ayam yang menjadi favorit. Pertama ayam santan. Hidangan tersebut dibuat melalui proses diungkep dengan bumbu a.l santan, kunyit, bawang merah, bawang putih, salam, sereh, lengkuas dan ketumbar. Setelah itu ayam digoreng.

 

Berikutnya, ayam gurih, yaitu hidangan ayam bakar atau goreng. Ayam sebelumnya diungkep dengan bumbu rempah-rempah a.l daun ketumbar, ciwe (rempah bahan jamu), daun bawang, seledri, minyak wijen, kecap ikan. "Yang ini hasil kreasi kami," ujar Ano.

Bagi pecinta daging dapat menikmati iga konro yang juga menjadi favorit di restoran ini. Untuk minuman, ada beberapa kreasi chef yang diunggulkan yaitu es lyce biru terbuat dari bahan dasar coca cola blue, buah lyce, simple syrup.

 

Ada pula karembong ungu yang terbuat dari kelapa muda, stroberi, alpukat, es krim vanila, sirup, es batu, dilengkapi sirup stroberi dan susu kental manis. Selain itu, ada karembong kayas yang terbuat dari pepsi blue, stroberi, sirup, serta air lemon.

 

Tampil beda

 

Budiono, pimpinan Alas Daun menuturkan restoran tersebut sengaja menghadirkan nuansa yang lebih santai. “Kami ingin berbeda dengan restoran lain yang biasanya terkesan sangat formal.”

 

Restoran Alas daun terdiri dari dua bangunan utama. Bagian depan merupakan rumah tua yang “disulap” jadi restoran.  Suasana zaman Belanda sangat terasa di sini, dengan beberapa bagian bangunan seperti tangga yang terbuat dari kayu jati. Untuk bangunan kedua di dominasi oleh bambu dan bilik serta tembok bata yang tidak disemen.

 

Pengunjung dapat mengambil sendiri makanan yang diinginkan karena restoran ini mengusung konsep prasmanan. Untuk makanan tertentu yang harus menunggu untuk diolah seperti karedok akan dibuat langsung ketika ada yang memesan.

 

"Kami melakukan full service table jadi nasi dibawakan oleh pelayan. Mereka akan menakar nasi di atas daun dan kami juga menyediakan dua jenis kuah untuk pelengkap makan yaitu kuah rendang dan kuah cumi hitam, yang akan dituang langsung ke atas nasi sesuai pilihan," jelasnya.

 

Pengunjung juga dapat melihat langsung proses memasak karena dapurnya terbuka. "Atraksi seperti memasak dengan api naik ke atas dapat dilihat pengunjung."

 

Restoran tersebut buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB. Khusus untuk makanan berat tersedia mulai pukul 10.00 WIB, untuk pagi hari disediakan jajanan pasar seperti cilok dan kupat tahu. (redaksi@bisnis.co.id) (tw)

Source : Tisyrin Naufalty Tsani

Editor :

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.