RSS FEEDLOGIN

WISATA KULINER: Makan sambil rekreasi

Adhitya Noviardi   -   Sabtu, 25 Februari 2012, 09:24 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

Ingin mengajak keluarga bersantap di luar rumah dengan suasana yang berbeda dari biasanya? Makan di tengah rimbunnya pepohonan seperti berada di dalam hutan, ditemani suara burung, gemericik air, dan semilir angin yang membelai tubuh.Suasana seperti itu dapat Anda temukan di Kafe Gedong Ijo yang terletak di Jl. Cinangka Raya Km 10, Sawangan, Depok. Suasana yang menyenangkan akan Anda rasakan saat akan memasuki kafe ini.Jalan menuju kafe dibuat seolah Anda memasuki sebuah hutan dengan pohon-pohon besar dan tinggi yang ditata begitu rupa. Di dalamnya terdapat kolam ikan dengan ikan koi yang besar, taman asri dengan pohon yang langka, binatang berusia tua seperti kura-kura raksasa, dan ular besar."Produk yang kami tawarkan adalah kafe, pemancingan, tanaman, landscape, vertical garden, dan area outbond," ujar Jane Nadeak, Manager PT Godong Ijo Lestari, yang mengelola Kafe Godong Ijo.Dia menuturkan Godong Ijo yang terletak di areal seluas 4 hektare itu memang ditata sebagai tempat makan dan wisata. Jadi, tamu yang datang ke tempat ini bila ingin memancing, dan mau makan, harus memesan makanan dari kafe yang disediakan. Tidak diperbolehkan membawa dari luar.Makanan yang disediakan oleh Godong Ijo lebih kental dengan rasa masakan Thailand. "Kebetulan pemiliknya Bapak Chandra Gunawan Hendarto suka denan makanan dari negara tersebut," ungkap Jane yang sudah enam tahun bekerja di kafe tersebut.Dia menjelaskan ada sekitar 50 macam menu yang ditawarkan oleh kafe yang mulai dikelola sejak 2006 ini. "Saat ini menu andalan kami sayur asam kecombrang udang, ikan patin bakar bambu, nasi goring Thailand, dan minuman jus kiatna," katanya.Keunggulan dari kafe ini adalah masakannya menampilkan keaslian rasa dan berbumbu segar. Sayur asam yang disajikan Godong Ijo memang terasa lain dari biasanya. Rasanya segar ada asam, pedas, dan manis, serta asinnya terasi dari Thailand. Keunikannya dicampur dengan kecombrang dan udang. Seperti sayur asam dimodifikasi dengan tom yam.Untuk lauk yang menemani nasi putih pulen, ada ikan patin bakar bambu. Ikan direndam dalam aneka bumbu dapur, seperti layaknya bumbu pepes dengan daun jeruk dan daun kemangi, lalu dibungkus dengan daun pisang dan dibakar. Biasanya pepes diungkap di atas air, kalau yang satu ini setelah dibungkus dengan daun pisang, dibakar di dalam bambu. Sebelumnya duri ikan dibuang.Rasanya? Nikmat dan ikan patin yang identik dengan rasa tanah, sama sekali tidak terasa. Untuk menambah rasa pedasnya ada sambel goreng merah dengan jeruk limau.Ikan gurame ThailandMenu lainnya adalah ikan gurame goreng Thailand (pla Thawt), yang juga menjadi andalannya. Ikan gurame dipotong-potong dagingnya, lalu dibaluri bumbu dan tepung panir ala Thailand, kemudian digoreng garing. Untuk gurame ini temannya adalah sambel ijau atau sambel Gerang merah yang cukup pedas.Jane menuturkan semua menu tersebut dimasak oleh koki dari Indonesia. "Dulu ketika baru dibuka, memang ada koki dari Tahiland. Tapi sekarang  ini dimasak oleh warga Indonesia sendiri yang punya keahlian membuat menu internasional," ungkapnya.Menurut dia, menu lainnya juga sering dipesan tamu, seperti menu seafood udang asam manis, bebek peking kalasan, udang telur asin, serta tom yam, dan masakan ayam kacang mede ala Thailand.

Untuk makanan icip-icip, ataun cemilan ringan, Godong Ijo menyediakan beberapa pilihan yang menggugah selera. Paling favorit di sini, katanya, adalah otak-otak goreng dengan bumbu kacang yang segar, dan tempe goreng mendoan dengan bumbu kecap cabe rawit."Kami juga menyediakan pisang goreng, singkong rebus Thailand yang diberi santan kental di atasnya, dan aneka minuman jus buah asli," lanjutnya.Untuk jus kiatna yang terbuat dari asinan jeruk santan yang sudah dihaluskan, dicampur dengan air hangat. Untuk menghasilkan segelas jus, katanya, 3 sendok kiatna dicampur dengan 100 ml air dan es batu secukupnya. Rasanya? Segar dan asam manis.Jane menjelaskan tamunya setiap minggu bisa mencapai ratusan orang, di luar bisnis pemancingan. "Dominan yang datang dari keluarga, grup sekolah, grup arisan, dan grup perusahaan. Kami bisa menampung sampai 500 orang," ujarnya.Untuk para tamu tersebut, pihaknya membuat berbagai paket yang dipadukan antara kafe dan permainan, pelatihan, dan outbond. Namun, lanjutnya, rata-rata tamu yang ingin makan dan minum saja perlu merogoh kocek sekitar Rp30.000-Rp50.000 per orang. (yuli.saleh@bisnis.col.id) (tw)  

Editor :

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.