BISNIS.COM, SURABAYA-- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menargetkan pemasangan 300.000 titik akses wifi di Jawa Timur sepanjang tahun ini.
General Manager Telkom Witel Jatim Suramadu Susatyo mengatakan pemasangan tersebut dalam rangka mewujudkan Jatim Digital Society. Dari jumlah target tersebut, lanjut dia, sekitar 30% akan dipasang di wilayah Surabaya.
"Saat ini sudah terpasang 4.000 akses point, hingga akhir tahun ini kami targetkan 300.000 titik di Jawa Timur. Ini mendukung program Indonesia Digital Network," ujarnya, Kamis (21/3).
Dia menambahkan penyediaan wifi tersebut difokuskan pada tiga hal yakni indischools (pendidikan society), inipreneur (ukm atau SME society), dan indifinance (unbankable society).
Penyediaan terbesar, lanjut dia, akan dialokasikan untuk sekolah melihat sekitar 50% pengguna internet berada pada masyarakat di usia 15 tahun hingga
24 tahun.
"Tahun ini kami targetkan pemasangan wifi di 40.000 sekolah. Dan setiap sekolah biasanya terdapat empat hingga lima titik wifi. Jadi sekitar 200.000 wifi sudah untuk sekolah, sisanya untuk indipreneur dan indifinance,"
jelasnya.
Dia menambahkan hingga Mei 2013 untuk wilayah Surabaya dan Madura ditargetkan terpasang 2.000 titik wifi di sekolah. Adapun saat ini pihaknya telah memasang 450 titik wifi di 147 sekolah.
Pada kesempatan yang sama General Manager Telkom Witel Jatim Tengah Timur menyebutkan pihaknya menargetkan pemasangan 600 titik wifi di sekolah di wilayah Sidoarjo, Pandaan, Mojokerto, Jombang. Saat ini, pihaknya telah memasang 200 titik wifi di 54 sekolah di Sidoarjo.
"Pemahaman masyarakat terhadap internet juga sudah cukup besar. Tetapi kami terus lakukan edukasi ke sekolah-sekolah dan pelaku UKM," ungkapnya.
Sebelumnya, Telkom juga telah meresmikan program Banyuwangi Digital Society sebagai salah satu program Indonesia Digital Network. (if)
Source : Gita Arwana Cakti
Editor : Ismail Fahmi
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.