RSS FEEDLOGIN

WEEKENDER: Terbius sensasi sambal Matah

Mursito   -   Sabtu, 31 Desember 2011, 09:04 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

DENPASAR: Menikmati masakan Bali tak lengkap rasanya tanpa sambal matah. Sambal yang tergolong sederhana dalam pembuatannya itu mampu memicu nafsu menyantap makanan yang dihidangkan.Sebagai pematik nafsu makan, sambal matah dapat disandingkan dengan berbagai macam masakan salah satunya adalah ayam panggang sambal matah. Menu satu ini tentunya tidak asing lagi bagi pelancong yang singgah ke Bali.Setiap restoran yang menyajikan menu ayam panggang sambal matah berusaha menciptakan rasa masing-masing guna menarik hati konsumen. Seperti yang dilakukan oleh Hotel Inna Grand Bali Beach (IGBB).Berbeda dengan restoran lainnya, hotel tersebut menyajikan anak ayam guling sambal matah yang mereka beri nama Baby Chicken Guling Sambal Matah ala 1688. Untuk menambahkan cita rasa, Chef asal Bali Ida Bagus Alit Suka memadukan bumbu khas Bali dan Eropa."Paduan bumbu masakan khas Bali dan Eropa ini memang diatur untuk memenuhi selera pelancong kuliner," ujar Putu Dessy, salah satu pengunjung.Tak hanya itu, ayam yang dipilihpun ayam kampung bukan ayam potong, segar dan berusia muda untuk menghindari rasa alot. Ayam ini dimasak dengan campuran bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, kencur dan sereh.Hotel pelat merah yang ada di kawasan wisata Sanur, Kota Denpasar Provinsi Bali ini tak henti berinovasi masalah rasa dan hidangan. Manajemen terus mengasah para chef-nya untuk menggabungkan resep. Alhasil, banyak sekali perubahan rasanya.Baby chicken itu, disajikan dalam sepiring bulat untuk dua penikmat. Cukup untuk menemani date para tamu. Selincir daun sereh pun melintang pada hidangan. Manajemen pun, memberikan alternatif untuk menikmati anak ayam dengan berat maksimal 600 gram itu.Pilih kentang atau nasi, tidak masalah. Semuanya penyedia karbohidrat tinggi. Namun, kentang biasanya untuk penyuka badan langsing karena sangat mudah dicerna. Tak lupa sebagai pelengkap penyajian, berbagai pasangan menu pembuka dan penutup juga disediakan. Ada roti dan berbagai salad.KejutanAlih-alih menikmati hidangan, chef asal Bali Ida Bagus Alit Suka, pembesut hidangan ini masih menyajikan surprise. Berbagai kejutan ditampilkan saat menikmati. Bukan hanya letusan pedas lada hitam atau yang lainnya.Petunjuknya, ada ramuan vegetari yang siap dilahap bersama ayam. Cacah goreng sangrai itu akan menyembul menyertai hidangan saat chef mengajarkan cara melihatkannya.Ingin tahu letaknya? Chef yang sangat menjaga sanitasi ini tidak terlalu rumit menyembunyikannya. Tapi, sangat tidak terlihat dari kasat mata. Ya, mungkin sudah saatnya menikmati pariwisata Bali dengan dentuman kejutan dari 1688.Menyantap ayam guling Inna memang tidak ada habis ceritanya. Apalagi, desir ombak tepian pantai Bali selatan sudah siap menemani acara santap ini. Tak lain, private beach itu sederet dengan pantai Sindhu, Sanur. Temaram lampunya menambah romantis suasana makan.Bosan makan ayam guling, restoran ini juga membesut ikan dan udang hasil entasan dari laut. Ya, restoran di Bali memang rata-rata menyuguhkan masakan laut.Jika pernah mencicip masakan di kawasan Jimbaran, ujung selatan Pulau Bali, masakan laut 1688 pun tak kalah untuk masalah rasa. Tak hanya rasa, Suasana di 1688 pun juga turut mendukung saat menikmati hidangan. Tenang, dengan private beach-nya. Selain itu, di Inna hanya ada satu restoran. Tidak seperti di kawasan Jimbaran yang sudah penuh sesak dengan restoran penyaji masakan laut.Namun, jangan khawatir, restoran ini juga melengkapi venue dengan ruangan khas Bali dengan nuansa khas indonesia. Pramusaji yang ramah pun memakai batik sebagai simbol pemersatu nusantara.Tak hanya kekuatan kejutan didalam hidangan dan suasana yang ditawarkan. Nilai hidup pun ditanam dalam sajian itu. Rasa bisa muncul dari luar dan dalam. Namun, ada baiknya menilai seseorang bukan hanya dari luar. Tetapi juga dari dalam. (redaksi@bisnis.co.id) (tw) 

Source : Ashari Purwo

Editor :

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.