BANDUNG: Kiblat kuliner, tampaknya julukan itu tak salah disandang Bandung. Bukan saja karena jenis makanan yang bervariatif, tetapi juga Anda dapat berwisata kuliner setiap saat bahkan ketika dini hari.Di kota Paris Van Java ini, Anda tak perlu khawatir 'kelaparan' saat tengah malam. Di sini, ada berbagai pilihan tempat untuk berburu kudapan malam mulai dari makanan ringan hingga makanan berkarbohidrat alias makan berat.Salah satu tempat yang buka dini hari adalah Warung Makan Ceu Emar. Nasi hangat ditambah gulai sapi khas Ceu Emar yang gurih siap menemani santap tengah malam Anda.Tak hanya gulai sapi yang memang menjadi khas dari warung Ceu Emar. Beraneka lauk pauk seperti bihun, oseng usus, babat, hingga semur jengkol juga tersedia di Warung Makan Ceu Emar ini."Aneka lauk pauk khas Sunda yang kita sediakan di sini. Kebanyakan di sini adalah sapi dan ayam. Tamu bisa ambil nasi dan pilih sendiri mereka mau makan apa," ujar Maria atau yang lebih akrab Ceu Emar.Gulai sapi Ceu Emar merupakan menu khas yang tersedia di warung makan ini. Daging yang empuk dipadu dengan bumbu gulai racikan 'rahasianya', membuat pengunjung ketagihan bersantap malam di sini. Tak heran jika dalam satu hari, Ceu Emar menghabiskan 100 kg daging sapi untuk gulai sapi saja.Soal harga, tak perlu khawatir. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Makanan di sini dihitung dari banyaknya jumlah jenis makanan yang diambil oleh pengunjung. Untuk sepiring nasi dan gulai sapi khas Ceu Emar, cukup merogoh kocek Rp15.000.Ceu Emar mengatakan aneka masakan yang tersedia di warungnya menggunakan bumbu-bumbu khusus yang diracik dirinya. "Kalau untuk merebus daging dan sebagainya, dikerjakan bagian dapur yang khusus mengolah bahan mentah. Tapi kalau bumbu, saya sendiri yang meracik langsung," ujarnya.Berlokasi di Jalan Banceuy, sebagai bagian dari jantung kota Bandung, warung makan ini tak pernah sepi oleh pengunjung. Ceu Emar mengatakan warungnya ramai dikunjungi berbagai kalangan mulai dari artis hingga masyarakat umum.Saat Bisnis berkunjung, rombongan keluarga besar mulai dari kakek hingga cucu, serta sekumpulan anak muda dan mahasiswa juga terlihat asyik menikmati makanan Sunda di warung ini.Nasi Kalong nan sehatSelain Ceu Emar yang sudah tersohor itu, alternatif wisata malam Bandung juga boleh dicoba sensasi berbeda dari Nasi Kalong nan menyehatkan.Berlokasi di Jalan RE Martadinata, Warung Nasi Kalong ini buka dari pukul 19.00 sampai 02.00. Di sini ada sekitar 25 menu masakan yang disediakan, di mana setiap minggunya menu disajikan bervariatif agar pengunjung tidak bosan."Kami selalu mencari ide baru untuk menu masakan, supaya para pelanggan tidak bosan dengan menu masakan yang itu-itu saja," ujar Martin Kalong pemilik warung.Ide awalnya, Martin melihat pilihan wisata tengah malam di Bandung sebelum 2007 masih sedikit, sementara pencari kudapan malam cukup besar. Tidak salah, warung malam dengan menu khas NasiKalong ini dalam 4 tahun, sudah menuai banyak pelanggan.Nasi kalong, terbuat dari beras berkualitas yang dicampur dengan pewarna alami sehingga berwarna hitam. Ditambah beberapa bumbu pilihan, membuat nasi ini kaya akan serat dan bagus bagi pencernaan.Untuk menemani nasi kalong ini, beberapa menu disajikan khusus, seperti buncis bakar, ayam madu, dan ayam cabe ijo yang selalu diburu para pelanggan nasi kalong.Apabila menu favorit itu habis, Martin tak sungkan untuk turun langsung sebagai koki. "Saya langsung terjun masak, untuk memastikan hidangan di sini semuanya fresh."Selain ketiga menu andalannya, warung ini juga menyajikan jengkol yang bisa bikin pelanggan ketagihan. Dengan racikan terbaik, tekstur daging jengkol menjadi lembut serta bumbunya meresap sempurna, sehingga bau khas dari buah ini tidak terlalu menyengat.Selain itu, warung Nasi Kalong pun mempunyai sajian minuman yang menyegarkan, seperti es jelly buah, es jeruk nipis, dan bandrek. Perjalanan 4 tahun, membuat warung ini salah satu favorit wisata malam di Bandung."Saya selektif memilih bahan untuk masakan, karena saya ingin, para pelanggan nasi kalong puas dengan masakan."Contohnya, bahan ayam yang dia gunakan merupakan ayam pejantan dengan kualitas terbaik dan masih fresh, sehingga Nasi Kalong ini menjadi warung nasi pinggir jalan tapi kualitas restoran.Dengan konsep outdoor, tentu saja kendala yang paling sering dihadapi adalah hujan. Apabila hujan turun, Martin tidak bisa berbuat apa-apa. "Ya kalau hujan, saya pasrah saja, karena memang konsep kita dari awal outdoor." (redaksi@bisnis.co.id) (tw)
>>BACA JUGA:
Mau tahu harga emas? Nah, Ini dia!
Source : Eka Merdekawati & Maula Noorhadied
Editor :
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.