RSS FEEDLOGIN

80% Software PC di Indonesia Ilegal

Mursito - Senin, 18 Maret 2013, 01:00 WIB

Pembajakan perangkat lunak, software, terutama untuk komputer pribadi yang terjadi di Indonesia masih tinggi.  Asosiasi global yang menjadi forum advokasi industri perangkat lunak, BSA meyakini delapan dari sepuluh komputer yang ada di Indonesia dijalankan dengan software bajakan.

Tingginya tingkat pembajakan tersebut, senilai dengan angka satu koma empat miliar dolar AS atau sekitar tiga belas triliun rupiah. Hal tersebut menempatkan Indonesia menjadi negara peringkat ke dua puluh di dunia yang menggunakan software bajakan, menurut studi yang dilakukan oleh International Data Center, IDC,pada dua ribu sebelas. 

Dalam diskusi saat peluncuran komik edukasi hak cipta software, karya komikus Beng Rahardian, sekaligus pengumuman Kepala Perwakilan Indonesia. Senior Direktur Marketing BSA, Roland Chan, mengakui tidak mudah memberantas pembajakan software di Tanah Air. Roland beralasan, wilayah negara ini yang luas, membuat usaha pemberantasan pembajakan software di Indonesia lebih sulit, ketimbang mengatasi pembajakan di negera yang luas wilayahnya kecil, meskipun BSA sudah ada di Indonesia sejak tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh.

Sementara itu, artis dan pelaku industri kreatif, Dennis Adishwara berpendapat, ancaman penjara tidak akan membuat pengguna piranti lunak bajakan menjadi jera, karena software ilegal sudah menjadi candu bagi masyarakat Indonesia.

Menurut artis yang juga CEO penyedia konten video online, Layaria tersebut penggunaan software ilegal yang terus-menerus akan membuat nilai jual insan kreatif menjadi rendah dan cenderung tidak dihargai, sehingga penggunaan piranti lunak yang legal harus mulai dilakukan, meskipun secara bertahap.

Asosiasi yang beranggotakan lebih dari tujuh puluh perusahaan pembuat solusi software kelas dunia itu, menunjuk Zain Adnan sebagai Kepala Perwakilan di Indonesia, sekaligus meluncurkan situs pakaisoftwareasli.com sebagai sumber informasi seputar hak kekayaan intelektual, khususnya mengenai software.

---

Reporter/ Video Editing : Sunu Budiman

Camera Person : Nurul Fajri

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.