RSS FEEDLOGIN

UKM Sulit Berkembang, Karena Tak Optimalkan Internet untuk Pemasaran

Rio Sandy Pradana   -   Selasa, 23 April 2013, 20:35 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

BISNIS.COM, JAKARTA—Rendahnya kesadaran pelaku usaha kecil dan menengah atau UKM dalam memanfaatkan I130328_internet situs.jpgnternet sebagai media pemasaran menjadikan mereka sulit berkembang. Padahal, potensi mereka sudah bagus secara offline.

CEO Netpreneur.co.id Achmad Zaki mengatakan kebanyakan pelaku usaha mikro sulit berkembang menjadi usaha kecil atau bahkan menengah. Permodalan adalah masalah klasik yang selalu menjadi alasan.

“Dengan menjalankan bisnis melalui online, kesempatan mereka untuk naik level menjadi sangat terbuka. Internet menawarkan jangkauan promosi yang luas hingga internasional. Selain itu juga tidak membutuhkan modal yang banyak,” kata Zaki saat peluncuran situs netpreneur.co.id di Jakarta, Selasa (23/4/2013).

Pelaku UKM, lanjutnya, cukup dengan mengunggah harga dan spesifikasi produk yang akan dijual ke dunia maya. Langkah ini dinilai lebih efisien dibandingkan dengan melalui cara ritel tradisional.

Zaki manambahkan selama ini sudah banyak situs penjualan asing yang masuk ke Indonesia, salah satunya Alibaba. Sudah saatnya Indonesia mampu melakukan hal yang sama ke luar negeri.

Managing Partner Inventure Yuswohadi mengatakan melalui internet, proses penciptaan brand pelaku UKM akan menjadi mudah. Namun, mereka harus bisa mengubah mindset dari branding vertikal menuju horisontal.

Branding vertikal dibangun menggunakan cara yang konvensional seperti iklan. Sedangkan branding horisontal lebih pada jejaring sosial yang bisa mengajak interaksi dengan pelanggan,” ujarnya.

Editor : Sutarno

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.