BISNIS.COM, JAKARTA--Iklan mobile Twitter dinilai mampu memacu pendapatan iklan perusahaan hingga hampir mencapai US$1 miliar pada 2014.
Adapun pada tahun ini, pendapatan iklan situs media sosial ini diperkirakan mampu mencapai 50% atau setengah dari total pendapatan iklan.
Estimasi tersebut disampaikan lembaga riset eMarketer, seperti dilansir Reuters, Rabu (27/3) waktu setempat.
Sejak pertama kali diluncurkan pada Maret tahun lalu, popularitas penggunaan iklan mobile Twitter memang meningkat.
Hal ini menyebabkan eMarketer menaikkan estimasi mereka terhadap total pendapatan iklan Twitter mencapai US$950 juta pada 2014. Padahal, sebelumnya eMarketer hanya memperkirakan sekitar US$800 juta.
Sementara itu, pada tahun ini mereka memroyeksikan pendapatan total iklan perusahaan mencapai US$582,8 juta atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Meski demikian, hingga saat ini Twitter sendiri belum merilis laporan keuangan mereka tahun lalu.
Saat ini, dengan pengguna aktif lebih dari 200 juta per bulan, Twitter masih bertengger sebagai situs media sosial terpopuler bersama Facebook.
Banyak analis memprediksikan Twitter akan menjual saham perusahaan ke publik dalam jangka waktu 2 tahun ke depan.
Peningkatan penggunaan ponsel pintar dan akses Internet melalui mobile memang menjadi pemicu utama peningkatan iklan mobile. Adapun iklan mobile saat ini tak lagi dipandang sebelah mata oleh perusahaan Internet raksasa seperti Facebook dan Google.
Bahkan, pada Januari tahu ini, Facebook menyatakan pendapatan iklan mobile mereka meningkat dua kali lipat dari kuartal III/2012 ke kuartal IV/2012.
Tak hanya itu, pendapatan iklan mobile Facebook berkontribusi 23% dari pendapatan total iklan perusahaan sebesar US$1,33 miliar.
"Twitter akan segera mendapatkan keuntungan besar dar peningkatan iklan mobile, sama seperti Google dan Facebook. Saat ini bahkan keduanya telah melakukan perluasan layanan dan penawaran iklan mobile mereka untuk meyakinkan pengiklan beralih ke investasi pada perangkat mobile," tulis eMarketer.
Lebih lanut, eMarketer memaparkan prediksi pendapatan tersebut merupakan hasil analisis tren belanja iklan media, penggunaan data Twitter, dan wawancara dengan beberapa eksekutif agensi iklan.
(34)
Source : Reuters
Editor : Yoseph Pencawan
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.