PALEMBANG: PT Bakrie Telecom Tbk meluncurkan layanan Klik On, akses internet untuk semua tipe dan jenis televisi bagi 39 juta konsumen yang memiliki pesawat televisi di rumah, tetapi belum memiliki perangkat personal komputer (PC).Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom mengatakan kebutuhan keluarga mengakses internet terus bertambah, tetapi penetrasi PC di Indonesia baru sekitar 7 juta unit, sementara televisi mencapai 50 juta unit. Mayoritas akses masih melalui ponsel atau warung internet (warnet) yang kurang bisa dipantau oleh orangtua."Kami meluncurkan ini agar semua orang bisa menikmati layanan, apapun tipe dan merek televisi bisa langsung digunakan sebagai sarana mengakses internet," ujarnya pada peluncuran Klik On, hari ini (22/3).Layanan ini diluncurkan perdana di Palembang, menyasar 240.000 konsumen pemilik televisi yang belum memiliki PC di rumah. Mayoritas pengguna diprediksi adalah ibu rumah tangga dan anak."Palembang menjadi pilihan pertama, kami ingin membuktikan peluncuran produk itu tidak harus terfokus di Pulau Jawa," ujarnya.Ajay Mathur, Business Head PT Bakrie Telecom menjelaskan Palembang menjadi kota pertama, diikuti olehh Pekanbaru, Balikpapan, Semarang, Jakarta, Bandung, dan Surabaya hingga pertengahan tahun ini. Hingga akhir tahun penetrasi ditargetkan mencapai 24 kota."Perangkat ini mudah digunakan, cukup plug and play, bisa untuk semua jenis televisi dengan konten lokal, ketersediaan bahasa Indonesia, serta konten pendidikan seperti bahasa Inggris dan Matematika," ujarnya.Masyarakat pengguna layanan ini akan menikmati fasilitas akses dan konten, termasuk konten lokal layaknya smart TV. Bedanya, harga paket berisi set top box, modem, dan keyboard jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli PC atau smart TV.(api)
Editor :

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.