RSS FEEDLOGIN

TRIK KOMPUTER: Lebih Dekat dengan Google Maps

Mursito   -   Minggu, 23 September 2012, 03:16 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

JAKARTA: Google Maps merupakan salah satu layanan ter­penting dari Google. Layanan ini tersedia sebagai situs yang terintegrasi pada setiap ponsel pintar Android. Selain itu, aplikasi ini juga tersedia sebagai unduhan terpisah bagi platform lainnya, seperti BlackBerry dan Symbian.

Sebelum digantikan oleh produk Apple sendiri sepenuhnya, layanan peta pada peranti iOS, se­perti iPhone, iPod Touch, dan iPad juga menggunakan layanan Google Maps.

Kita dapat menggunakan peta elek­tronik seperti Google Maps untuk beragam keperluan, tetapi ada beberapa fungsi dasar yang paling biasa digunakan. Pencarian dan navigasi adalah dua fungsi yang paling sering digunakan.

Untuk membantu pencarian dan navigasi, ada beberapa fitur yang bisa dimanfaatkan pada Google Maps. Salah satunya adalah fitur penyimpanan. Setelah melakukan pencarian pada suatu tempat atau point of interest (POI), kita da­pat menyimpannya untuk mem­permudah pencarian kemudian.

Tentunya untuk memanfaatkan fitur ini kita harus masuk atau log in ke akun Google. Sebagai contoh kita dapat menyimpan lokasi ru­mah, kantor, stasiun kereta api, dan bandara. Setelah  disimpan kita dapat dengan lebih mudah melakukan navigasi ke lokasi tersebut, dari mana pun lokasinya.

Kita juga dapat mem­buat dan menyimpan pe­ta khusus dengan meng­hubungkan dua tempat yang disimpan. Selain menunjukkan dua tempat terpisah tersebut da­lam satu pe­ta, Google Maps juga  me­nyarankan jalan meng­gunakan mobil, angkutan umum, atau jalan kaki yang optimal.

Peta yang sudah di­sim­pan bo­leh jadi juga akan bermanfaat un­tuk orang lain. Karena itu Google menyediakan fitur untuk me­ngirim­kan peta atau tempat ke orang lain lewat surat elektronik. Tersedia pula pilihan untuk menyisipkan peta tersebut ke dalam situs web kita.

Mengaktifkan Layer Tambahan

Ada beberapa layer tambahan pada Google Maps yang kiranya ber­manfaat untuk penghuni kota. Pemilik kendaraan pribadi akan merasa terbantu dengan layer lalu lintas. Lalu lintas macet ditunjukkan oleh warna gelap (hitam dan me­rah), sedangkan lalu lintas lancar ditunjukkan oleh warna kuning dan hijau.

Bagaimana kalau Anda lebih biasa menggunakan angkutan umum? Google Maps juga me­nyimpan data angkutan publik, seperti bus dan kereta api. Layer angkutan umum ini bisa juga ditampilkan pada peta. Namun layer ini tidak terlalu bermanfaat dibandingkan layer lalu lintas. Data angkutan umum lebih berguna ketika melakukan pencarian rute antara dua tempat.

Selain itu, data angkutan umum di Indonesia, dalam hal ini Jakarta, sepertinya masih terbatas pada bus dan kereta api, tidak mem­per­hi­tungkan angkutan yang lebih kecil, seperti angkot.

Layer tambahan yang juga ber­guna untuk mendapatkan in­formasi lebih lanjut adalah foto dan Wikipedia. Layer ini bermanfaat terutama bila Anda ingin mencari keterangan lebih lanjut informasi tentang kota yang tidak terlalu Anda ketahui, atau malah belum pernah Anda kunjungi.

Layer fo­to yang mendapatkan data dari Pano­ramio akan menampilkan foto tentang tempat-tempat tertentu yang dianggap penting, sedangkan layer Wikipedia akan menampilkan entri Wikipedia tentang tempat-tempat itu dalam bahasa Inggris.

Info lokasi

Foto dan Wikipedia tidak selalu dapat memberikan informasi yang kita inginkan, terutama untuk lokasi bisnis seperti restoran atau hotel. Untungnya ada fitur review untuk tempat-tempat seperti, ketika kita melakukan pencarian tempat-tempat ini, Google akan menampilkan review tentang lokasi tersebut.

Pembahasan tentang lokasi ini diintegrasikan dengan Google Plus, sehingga ketika kita mengklik review kita akan dibawa ke situs jejaring sosial itu. Review ditulis oleh pengguna Google, sehingga Anda pun dapat menuliskan sendiri penilaian Anda tentang suatu tempat. (sut)

Source : Gombang Nan Cengka

Editor : Sutarno

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.