BANDUNG: Pertumbuhan penjualan ponsel murah, produk lokal Indonesia atau ponsel China, pada tahun ini diprediksi akan melemah karena sejumlah merek ponsel ternama dunia mulai menurunkan harganya kepada konsumen.Wana Yuwana, pemilik Mega Cellular Centre—pusat penjualan gadget di Kota Bandung, menuturkan harga gadget merek ternama (branded) yang mulai turun tersebut menyebabkan persaingan bisnis ponsel semakin ketat.Menurut dia, sebelumnya ponsel lokal atau sering dikenal sebagai ponsel China lebih banyak dipilih konsumen kelas bawah karena murah bila dibandingkan dengan ponsel-ponsel bermerek.Dia mencontohkan harga ponsel yang ditawarkan mayoritas vendor gadget lokal berada di kisaran Rp100.000—Rp900.000, sehingga menjadi alternatif bagi konsumen yang memiliki dana terbatas.“Karena tingginya permintaan dari konsumen itu, banyak bermunculan merek ponsel lokal di pasar gadget Indonesia,” katanya kepada Bisnis, hari ini.Wana mengungkapkan namun beberapa waktu belakangan ini ponsel bermerek mulai menurunkan harga jualnya kepada konsumen.Selain itu, katanya, banyak juga ponsel bermerek yang merambah pasar dua kartu (dual on GSM/CDMA).
Dia mencontohkan Nokia merilis tipe C2-00 yang memiliki kemampuan dua kartu sekaligus dalam satu ponsel yang umumnya menjadi ciri khas ponsel lokal.“Harga ponsel branded itu pun sudah berani diturunkan menjadi di bawah Rp1 juta. Ini diprediksi akan membuat penjualan ponsel China menjadi melemah tahun ini,” ujarnya.(api)
Source : Herdiyan
Editor :

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.