RSS FEEDLOGIN

Toyota Pamerkan i-ROAD di Jenewa

Fajar Sidik   -   Rabu, 13 Maret 2013, 12:07 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130313_toyota iroad.jpgBISNIS.COM, TOKYO - TOYOTA i-ROAD "memperkenalkan diri" di  Pameran Mobil Internasional Jenewa ke-83.

Dalam pameran yang berlangsung sejak 7 - 17 Maret itu TOYOTA i-ROAD tampil sebagai kendaraan listrik dua penumpang tandem ultra-kompak.

Kantor berita Kyodo melaporkan, TOYOTA i-ROAD dirancang agar cocok untuk perjalanan jarak dekat di perkotaan dengan mobilitas yang menyenangkan dan ramah lingkungan.

Saat tampil di Jenewa,  TOYOTA i-ROAD  "unjuk gigi" dengan musik ritmis dan pertunjukan tari. Kendaraan itu menikung dengan gesit dan melaju dengan mulus ke panggung utama, mendemonstrasikan pengemudian yang menyenangkan. Videonya dapat disaksikan di sini.

Toyota yakin bahwa Personal Mobility Vehicles (PMV) dan  Electric Vehicles (EV) layak sebagai salah satu moda transportasi perkotaan untuk jarak pendek.

Penelitian dan pengembangan PMV dilakukan selama lebih dari 10 tahun sedangkan pengembangan TOYOTA i-ROAD dimulai pada Juli 2010.

Bodi ultra-kompak menawarkan manuver yang sangat baik. Sistem active-lean baru, yang sepenuhnya intuitif dan tidak memerlukan keterampilan mengemudi khusus, memberikan respon yang hebat dan pengalaman berkendara yang menyenangkan.

Kyodo mengutip keterangan tertulis Toyota yang  menyebut bahwa proyek kerjasama berbagi-mobil selama tiga tahun akan dimulai pada akhir 2014 di Grenoble, Prancis.

Toyota akan memasok hampir 70 kendaraan listrik ultra-kompak, termasuk kendaraan ultra-kompak COMS yang diproduksi oleh Toyota Auto Body, serta kendaraan baru berbasis TOYOTA i-ROAD. Toyota juga akan mempercepat penelitian dan pengembangan terhadap pengadopsian praktis TOYOTA i-ROAD. (Antara)

Source : Newswire

Editor : Fajar Sidik

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.