RSS FEEDLOGIN

TOYOTA ASTRA FINANCE: Laba Naik 41% Ditopang Kenaikan Pembiayaan 17%

Farodlilah Muqoddam   -   Selasa, 16 April 2013, 20:39 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130205_toyota logo.jpgBISNIS.COM, JAKARTA--PT Toyota Astra Finance Service (TAFS) mencatatkan pertumbuhan laba 41% pada 2012 seiring kenaikan pembiayaan mobil yang disalurkan perseroan.

TAFS merupakan perusahaan pembiayaan patungan antara PT Astra Internasional Tbk dan PT Toyota Financial Services Corporation yang khusus menyalurkan pembiayaan mobil Toyota.

Presiden Direktur TAFS Buntoro Muljono mengatakan kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang mencapai total Rp8,25 triliun, meningkat 17% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp7,04 triliun.

"Tahun lalu industri mobil mencatatkan rekor penjualan," katanya seusai paparan publik penawaran umum obligasi III tahun 2013 hari ini, Selasa (16/4/2013).

Meski demikian, dia mengatakan tahun ini kondisi pasar akan sangat kompetitif sehingga dibutuhkan strategi untuk menjaga konsistensi pertumbuhan laba dan volume pembiayaan. Di antara strategi yang akan diadopsi adalah memberikan pilihan tenor pembiayaan lebih panjang yakni hingga 6 tahun untuk produk mobil tertentu.

Selain itu, strategi lain yang ditawarkan adalah paket bunga kompetitif serta kombinasi pembiayaan dengan proteksi asuransi.

TAFS juga akan melakukan ekspansi dengan membuka sejumlah cabang baru pada awal tahun ini untuk mengimbangi ekspansi jaringan dealer Toyota. Sebab, pada tahun lalu, pangsa pasar TAFS menurun menjadi hanya 13,7% dari total penjualan Toyota yang mencapai sekitar 400.000 unit mobil. Pada 2011, pangsa pasar perseroan mencapai 15,4% dari total penjualan Toyota sebanyak 314.000 unit mobil.

Editor : Sutarno

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.