RSS FEEDLOGIN

TEKNOLOGI TRANSGENIK: Solusi Pertanian Transgenik untuk Swasembada

M. Taufiqur Rahman   -   Sabtu, 04 Mei 2013, 18:26 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130328_padi.jpgBISNIS.COM,JAKARTA--- Produk pertanian hasil rekayasa genetika dianggap sebagai solusi untuk mencapai swasembada pangan nasional.

Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Witjaksono mengatakan teknologi transgenik dapat menjadi solusi pemerintah untuk mencapai swasembada pangan. Karena teknologi ini memungkinkan kita membuat varietas baru sesuai dengan yang kita harapkan.

“Saya yakin jika pemerintah menerapkan ini, maka target swasembada pangan akan mudah kita capai, karena kan kita bisa membuat sesuatu sesuai dengan yang kita harapkan,” jelasnya dalam acara diskusi Genetika Benih di LIPI Cibinong, Sabtu (4/5).

Meskipun demikian, Witjaksono mengakui saat ini tanggapan masyarkat terhadap produk pertanian transgenik beragam, ada yang pro, ada juga yang kontra.

“Saat ini penerapan masyarakat terhadap produk pertanian transgenik ini cukup beragam. Sebagian ada yang mendukung, sebagian lagi menentang,” jelasnya.

Untuk menjembatani masalah tersebut, dia menyarankan agar pemerintah mampu menjembatani dengan cara mengadakan dialog dan juga diskusi mengenai hal tersebut.

“Menurut saya, ada sisi positif yang dapat kita manfaatkan dari bioteknologi ini, oleh karena itu alangkah baiknya jika kita mampu memanfaatkan nilai lebih tersebut secara optimal guna mendukung ketahanan pangan,” katanya.

Dia menambahkan produk transgenik merupakan hasil dari perkembangan teknologi dan wajar jika memiliki kelemahan. Namun yang terpenting adalah kita mampu memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut dan juga mampu mengantisipasi dampak negatif yang akan ditimbulkannya.

Editor : Bambang Supriyanto

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.