RSS FEEDLOGIN

TATA RUANG YOGYAKARTA Bakal Dikritisi Seniman & Praktisi

Herry Suhendra   -   Rabu, 08 Mei 2013, 11:49 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130327_monjali-yogya.jpgBISNIS.COM, JAKARTA--Indonesia Visual Art Archive (IVAA) akan menyelenggarakan diskusi bertema “Pergerakan: Warga Berdaya dan Yogyakarta Yang Sumpek”  pada  Jumat (10/5) dengan pembicara Yoan Vallone  (Pegiat Sepeda), Elanto Wijoyono  (Pemerhati Warisan Budaya), Andrew Lumban Gaol  (Seniman Jalanan) dan Wawies Wisnu Wisdantio (Arsitek).

Diskusi ini melihat pada perkembangan dan pembangunan pesat kota Yogyakarta pada saat ini membawa dampak besar pada spesialisasi fungsi ruang publik.

Penataan serta pengelolaan ruang publik menjadi titik sorotan untuk dapat menjaga dan mengembangkan integrasi fungsional ruang publik kota.

Hal ini mengacu pada kegunaan ruang publik sebagai penghubung utama interaksi masyarakat kota dan juga menjadi cerminan budaya Kota Yogyakarta.

Penataan dan pengelolaan kota yang mengabaikan fungsi ruang publik akhirnya berdampak pada keresahan masyarakat yang perduli terhadap perkembangan kotanya.

Diskusi ini akan mengangkat pergerakan yang dilakukan oleh "Warga Berdaya" untuk mengkritisasi kebijakan-kebijakan pemerintah dalam penataan dan pengelolaan ruang publik di Kota Yogyakarta.

“Warga Berdaya menuntut perawatan dan pengembangan infrastruktur yang terbengkalai dengan cara melakukan beberapa aksi langsung di ruang publik,” demikian siaran pers IVAA, Rabu (8/5/2013).

Aksi tersebut diantaranya adalah "Jogja Bike-Baik Saja", "Merti Kutha" dan "Serangan Oemoem 1 Maret" yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam penataan dan perawatan infrastruktur ruang publik.

Dalam aksi ini pula, Warga Berdaya mengkritisasi kebijakan pemerintah kota dalam penggunaan Cagar Budaya dan Situs Sejarah untuk kepentingan komersialisasi.

Sesi diskusi ini akan membahas tujuan, perkembangan, hasil dan cerita di balik pergerakan tersebut.

Selain itu diskusi ini diharapkan dapat memfasilitasi masukan dan pendapat yang dapat membangun dan mengarahkan pergerakan lebih lanjut.

Lebih dari itu diharapkan dapat memberikan penjelasan dan pengertian akan pergerakan yang dilakukan oleh Warga Berdaya.

Editor : Yoseph Pencawan

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.