Perjalanan ke luar negeri untuk liburan, sekolah, maupun perjalanan dinas pasti menuntut Anda untuk mengeluarkan uang yang berlaku di negara tersebut, mulai dari penginapan, akomodasi, hingga belanja oleh-oleh.
Berbagai cara pembayaran menjadi pilihan, mulai dari uang tunai, kartu debit, hingga kartu kredit. Banyak orang masih merasa takut menggesek kartu kredit mereka di luar negeri, padahal jika Anda jeli, banyak kemudahan dan keuntungan yang bisa diperoleh.
Beberapa langkah yang perlu Anda ketahui yaitu, periksa berapa biaya transaksi asing masing-masing kartu kredit yang Anda miliki, pilih kartu dengan biaya transaksi terendah untuk digunakan.
“Jangan terkejut dengan biaya transaksi asing, atau dikenal dengan biaya konversi mata uang setiap pembelian yang Anda lakukan di luar negeri atau ketika melakukan belanja online dari situs asing,” ujar Justin McHenry, Direktur Riset IndexCreditCards.com, baru-baru ini.
Sejumlah ahli perjalanan menyarankan untuk menggunakan kartu kredit dibandingkan dengan kartu debit untuk bertransaksi di luar negeri, karena lebih mudah jika ada perbedaan antara Anda dengan bank.
Justin menambahkan ketika ada masalah atau sengketa antara Anda dengan bank, cukup tahan pembayaran tagihan kartu kredit hingga masalah selesai. Jika menggunakan kartu debit, maka uang Anda sudah terpotong dan sulit mengembalikannya.
Keuntungan lainnya, banyak penerbit kartu kredit yang memberikan promo menawarkan berbagai tunjangan perjalanan seperti asuransi sewa mobil, asuransi perjalanan udara, hingga potongan harga muladi dari hotel, penerbangan, hingga berbagai tempat hiburan.
Periksa promosi yang ditawarkan masing-masing kartu kredit yang Anda miliki dan gunakan kartu dengan imbalan terbaik. Beberapa kartu kredit juga menawarkan nilai tukar mata uang lebih baik daripada daripada tempat pertukaran mata uang.
Ditta Amahorseya, Country Corporate Affairs Head, Citi Indonesia mengingatkan untuk menggunakan satu kartu kredit saja ketika melakukan transaksi di luar negeri. Maksimal dua kartu kredit.
“Rekonsiliasi pembelanjaan akan jauh lebih mudah bila hanya menggunakan satu kartu kredit, karena hal ini membuat Anda lebih disiplin dalam mengatur keuangan,” ujarnya.
Membawa lebih dua kartu kredit masih bisa ditoleransi, namun harus dari dua penerbit atau bank yang berbeda. Pergunakanlah kartu ditempat aman dan awasi selalu proses pembayaran untuk memastikan kartu tidak disalahgunakan.
Gunakan akal sehat sebagai panduan saat berbelanja. Jika merasa tidak nyaman di suatu tempat, lakukanlan pembelian dengan uang tunai.
Hindari tarik tunai
Ditta menambahkan sepanjang perjalanan sebaiknya jangan gunakan fasilitas penarikan tunai dari ATM dengan kartu kredit Anda.
“Penggunaan ATM di luar negeri dikenai berbagai macam biaya yang tidak murah, mulai dari biaya penarikan tunai, biaya pertukaran mata uang asing dan biaya penggunaan ATM. Penarikan tunai dengan kartu kredit hanya boleh digunakan dalam keadaan darurat,” ujarnya.
Terakhir, simpan semua bukti transaksi selama di luar negeri. Bila terjadi kesalahan pada toko penjual atau merchant, Anda tetap bisa melakukan klaim hak. Justin menambahkan simpan semua bukti transaksi hingga seluruh tagihan selesai.
Perjalanan panjang Anda belum berakhir sampai menerima seluruh tagihan. Simpan seluruh bukti pembayaran ke dalam sebuah amplop. Saat tagihan datang, cocokkan dengan bukti pembayaran yang Anda miliki.
Ditta mengatakan setelah menentukan kartu mana yang akan dibawa, informasikan perusahaan penerbit kartu kredit tentang rencana perjalanan dan jangan lupa untuk meminta nomor telepon darurat bila kartu hilang atau dicuri saat sedang melakukan perjalanan.
“Hal ini juga memastikan kartu tidak mengalami pemblokiran karena dianggap terjadi transaksi mencurigakan dengan pola transaksi yang tidak biasa anda lakukan,” ujarnya.
Saran terakhir, sebelum berangkat jangan lupa untuk memeriksa limit kartu kredit Anda dan masa berlaku. Pastikan mengaktivasi nomor PIN kartu kredit, karena beberapa negara mengharuskan penggunaan PIN kartu kredit saat bertransaksi.
Perencana keuangan Donny Adi Wiguna mengatakan kartu kredit bisa dimanfaatkan sebagai alat pembayaran di luar negeri, namun pengguna harus berhitung sebelum memakai, khususnya terkait nilai tukar mata uang yang ditetapkan bank penerbit kartu anda.
Gunakan kartu kredit hanya saat darurat. Jangan sampai terjebak untuk membiayai pengeluaran liburan menggunakan lebih dari 30% limit kartu kredit, tanpa didukung oleh kemampuan membayar lunas saat jatuh tempo.
Source : Fita Indah Maulani
Editor :
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.