RSS FEEDLOGIN

SURVEI NIELSEN: Acara Pencarian Bakat Televisi Ditonton 1,2 Juta

R Fitriana   -   Rabu, 06 Maret 2013, 11:41 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130306_tvnonton.jpgBISNIS.COM, JAKARTA—Acara pencarian bakat di stasiun televisi menjadi gender program yang paling banyak ditonton pemirsa dengan perolehan rating hingga 2,3, atau sekitar 1,2 juta orang selama 2012.

Hasil survei Nielsen Indonesia menyebutkan para pemirsa program tersebut berusia di atas 5 tahun tersebar di 10 kota besar di Indonesia.

Irawati Pratignyo, Managing Director Media Nielsen Indonesia, mengungkapkan jumlah itu sedikit lebih banyak daripada perolehan program hiburan komedi dan sinetron yang ditonton sekitar 1 juta orang atau setara dengan 2 poin rating.

“Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pemirsa acara pencarian bakat ini telah bertambah dari sekitar 900.000 orang,” ujarnya, Rabu (6/3).

Irawati menjelaskan pemirsa masih menghabiskan 24% dari total jam menonton mereka selama setahun atau sekitar 197 jam untuk menonton sinetron atau jumlah yang rfelatif lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Untuk acara hiburan, dia menambahkan termasuk didalamnya adalah acara pencarian bakat, komedi, musik, permainan dan sebagainya memperoleh porsi jam menonton terbesar kedua dari pemirsa, yaitu sekitar 20% atau selama 168 jam selama setahun.

Namun, lanjutnya, meski genre acara pencarian bakat memimpin perolehan penonton pada tahun lalu, sejumlah program khusus pertandingan sepakbola tercatat sebagai program paling populer sepanjang 2012.

Siaran sepakbola itu di antaranya AFF Suzuki Cup Malaysia vs Indonesia yang ditonton oleh lebih dari 5,8 juta pemirsa di antaranya dengan poin rating 10,9. (bas)(Foto:thehindu)

Source : R. Fitriana

Editor : bambang supriyanto

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.