BISNIS. COM, JAKARTA--Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai suku bunga kredit perbankan terus menunjukkan tren penurunan, bahkan sudah menyetuh single digit.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan upaya menurunkan suku bunga kredit harus terus dilakukan.
"Kami setuju suku bunga kredit bank terus turun. OJK akan ikut mendorong upaya penurunan itu," katanya, Selasa (9/4)
Dia mengatakan salah satu upaya menekan suku bunga kredit ialah dengan meningkatkan efisiensi perbankan.
Menurutnya, sumber efisiensi perbankan bisa beragam, seperti dengan membagi beban perusahaan.
Muliaman memberi contoh bank pemerintah misalnya bisa membentuk lembaga yang khusus menangani sumber daya manusia (SDM) secara bersama-sama.
"Artinya tidak dikerjakan sendiri, sehingga bebannya menjadi terbagi. Apabila setiap bank menangani sendiri, imbasnya akan membuat tidak efisien," katanya.
Dia menambahkan topik semacam itu akan terus menjadi perhatian lembaganya dalam upaya membantu meningkatkan efisiensi bank.
Selain soal efisiensi, Muliaman mengatakan pihaknya juga terus mematangkan pola pengawasan konglomerasi pada industri keuangan.
"Data sementara yang kami miliki menyimpulkan ada 16 bank besar di Indonesia, di mana apabila asetnya digabung bisa mencapai antara 59%--60% terhadap total aset industri perbankan," paparnya.
OJK, lanjutnya, memandang penting pengawasan secara menyeluruh terhadap bank dan anak usahanya.
Oleh karenanya, OJK berencana bertemu bank yang menjadi induk dari perusahaan keuangan lainnya, seperti asuransi dan multifinance.
"Kami meminta agar induk perusahaan concern dalam hal pengawasan dan menerpkan standar good governance. Kelemahan yang berpotensi terjadi pada anak usaha akan berdampak terhadap bank sebagai induk usaha," katanya.
Bank sebagai induk usaha, lanjutnya, harus mampu membangun standar tata kelola secara baik untuk mengantisipasi timbulnya persoalan ke depannya.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Investasi dan Perbankan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan pengawasan lembaga keuangan secara terpadu merupakan hal penting.
"Kadin melihat bukan hanya sistem pengawasan yang menjadi titik berat OJK, tapi juga pada upaya membangun sistem keuangan secara berkesinambungan dan komprehensif," katanya.
Selain itu, tugas lain OJK ialah memberikan edukasi kepada masyarakat secara menyeluruh mengenai lembaga keuangan. (if)
Source : Roberto Purba & Annisa Margrit
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.