BISNIS.COM, JAKARTA – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada hari ini mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 5,75% dan tidak berubah sejak 9 Februari 2012.
Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan terakhir yang diikuti oleh Gubernur BI Darmin Nasution ini menyatakan tingkat BI Rate tersebut dinilai masih konsisten dengan sasaran inflasi tahun 2013 dan 2014, sebesar 4,5% ± 1%.
“Meskipun indeks harga konsumen April 2013 mengalami deflasi, Bi tetap mewaspadai tekanan inlfasi yang berasal dari kenaikan ekspektasi inflasi terkait dengan kebijakan BBM [bahan bakar minyak] yang akan ditempuh pemerintah,” ujar Peter Jacobs Direktur Grup Humas BI Selasa (14/5/2013).
Sehubungan dengan itu, lanjutnya, BI akan melanjutkan penguatan operasi moneter melalui penyerapan likuiditas yang lebih besar ke tenor yang lebih jangka panjang.
“Penguatan operasi moneter juga dimaksudkan untuk mendukung kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan tingkat fundamentalnya,” ujarnya.
Kebijakan ini, tuturnya, didukung dengan langkah pendalaman pasar keuangan, khususnya kurs valuta asing, a.l. dengan memplubikasikan kurs referensi spot Rupiah/Dollar AS di pasar domestik.
Ke depan, BI akan mewaspadai sejumlah risiko terhadap tekanan inflasi maupun nilai tukar, dan akan menyesuaikan respon kebijakan moneter bila diperlukan.
“Selain itu, koordinasi bersama pemerintah terus diperkuat dengan fokus pada upaya menimalkan potensi tekanan inflasi dan mengelola defisit transaksi berjalan,” ujarnya.
Darmin Nasution akan lengser dari jabatan sebagai Gubernur BI pada 22 Mei mendatang setelah menjabat selama kurang lebih 4 bulan. Darmin akan segera digantikan oleh Agus Martowardojo. (ra)
Editor : Rustam Agus

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.