JAKARTA: Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada hari ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 6,0%. Hal itu dinilai masih ideal dalam menjaga sasaran inflasi ke depan.Keputusan tersebut didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perekonomian terkini, beberapa faktor risiko global yang dihadapi dan prospek ekonomi ke depan, terutama penanganan krisisEropa.Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan dewan gubernur memandang level BI Rate saat ini masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi ke depan dan tetap kondusif untuk menjaga stabilitas.“Selain itu untuk mengurangi dampak memburuknya prospek ekonomi global terhadap perekonomian nasional. Kami juga menunggu kongkritnya Eropa sekarang,” ujarnya di dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur kuartal IV/2011, siang ini.Dia menerangkan evaluasi terhadap kinerja dan prospek perekonomian secara umum menunjukkan bahwa perekonomian domestik masih tetap kuat dengan stabilitas yang tetap terjaga.Menurutnya, kedepan dewan gubernur akan terus mencermati risiko memburuknya ekonomi global dan akan terus menjaga stabilitas mekroekonomi dan sistem keuangan serta memberikan stimulus untukperekonomian domestik.Dewan gubernur menegaskan bahwa penerapan baruan kebijakan moneter dan makroprudensial yang bersifat counter-syclical sangat diperlukan dalam pengelolaan makroekonomi secara keseluruhan serta untuk menjaga inflasi pada sasaran 4,5%±1% pada 2012 dan 2013. (faa)
Editor :

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.