KERAP kita mendengar gonjang ganjing pergantian pimpinan di perusahaan khususnya di Badan usaha Milik Negara (BUMN) terutama yang berskala besar dengan jumlah kekayaan di atas Rp100 triliun. Pengelolaan suksesi kepemimpinan ini memerlukan teknik atau cara tersendiri untuk memitigasi risiko yang mungkin saja timbul. Dipandang dari kaca mata Kementerian BUMN sebagai pemegang saham, perlu adanya pendekatan yang "smooth" sebelum dilakukan proses secara normatif dan bertahap untuk mencegah timbulnya resistensi dari pimpinan atau direksi yang akan diganti. Salah satu tahapan yang perlu dilakukan adalah proses pendekatan dan penyaringan para kandidat dengan melibatkan pihak independen serta menelusuri para kandidat yang ada dalam keranjang calon pimpinan (basket of talents) yang harus disiapkan perusahaan dan di-"review" secara periodik oleh direksi.Jangan dilupakan untuk melakukan pendekatan kepada direksi yang akan diganti dan harus dilakukan secara professional, terencana dan "confidential" untuk mereduksi resistensi. Kemungkinan besar mereka yang akan diganti sebagian tidak akan merasa rela, apalagi kalau belum menyelesaikan satu periode kedireksian yang lazimnya 5 tahun walaupun berdasarkan ketentuan bisa saja diberhentikan sewaktu waktu.Pengalaman saya sebagai Direktur Utama Jamsostek, BUMN ber-assets lebih dari Rp125 triliun per 30 Juni 2012, patut untuk di-"sharing" kepada publik. Proses pergantian berjalan tidak singkat tapi juga tidak terlalu lama, paling tidak sudah dibicarakan sejak awal 2012. Seperti diketahui direksi baru diresmikan sejak 8 Agustus 2012 melalui SK RUPS dan diserah terimakan tanggal 10 Agustus 2012.Semula direncanakan saya tetap menduduki jabatannya hingga Jamsostek bertransformasi 1 Januari 2014 sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang berbentuk badan hukum publik sesuai UU No. 24 tahun 2011 tentang BPJS. Sesuai dengan kebiasaan pemegang saham periode kepemimpinan Dahlan Iskan, kandidat dirut diminta mengajukan tim impian untuk diuji kepatutan dan kelayakannya oleh konsultan independen dan professional.Kemudian diberikanlah nama-nama tersebut secara informal melalui deputi yang menangani sektor industrinya untuk dicek ulang dan dipastikan nama-nama yang diajukan. Namun, dalam perjalanannya ada beberapa kendala sehingga diputuskan untuk tidak melanjutkan kepemimpinan penulis yang salah satu faktornya adalah usia. Saat ini saya berusia 63 tahun, subhanallah.Saya diminta mengajukan alternatif siapa yang layak diajukan kepada pemegang saham dan sudah tentu yang diajukan adalah salah satu anggota tim impian yang pernah disampaikan sebelumnya. Melalui rapat Tim Penilai Akhir disetujuilah sang kandidat dan dia dipersilakan memilih anggota tim impiannya. Alhamdulillah melalui proses yang berliku, pilihan kandidat dirut yang baru mengakomodasi mayoritas calon yang saya ajukan, termasuk anggota tim sukses yang relatif masih muda dan seluruhnya berasal dari internal Jamsostek.Memang salah satu kriteria utama pemegang saham dalam memilih direksi adalah usia muda yang diharapkan akan lebih agresif namun tetap hati-hati dan prosesnya dilakukan secara selektif.Demikianlah yang terjadi di Jamsostek, suatu proses suksesi yang berjalan sukses walaupun sudah tentu ada riak-riak kecil namun masih terkendali. Pergantian yang terjadi 5 tahun sebelumnya dengan segala permasalahannya tidak terulang. Beberapa saat sebelum dilakukan serah terima pada tanggal 10 Agustus 2012, jajaran direksi lama berdialog dengan direksi baru untuk membicarakan pending matters dan beberapa issue strategis.Pertemuan berjalan sekitar satu jam dengan lancar yang akan diikuti dengan pertemuan bi-partit antara direktur bidang yang lama dan baru. Dialog ini diyakini akan mempermudah dan memperlancar tugas direksi baru karena estafet permasalahan disampaikan secara langsung.Suksesi yang sukses ini dapat dijadikan contoh oleh perusahaan atau BUMN lainnya. Keberhasilan proses pergantian ini diharapkan akan lebih menjamin transformasi Jamsostek menjadi badan hukum publik pada tanggal 1 Januari 2014 dan beroperasi secara penuh menyelenggarakan empat program jaminan termasuk pensiun.Mudah-mudahan direksi baru akan lebih berhasil menunaikan tugas dan missi institusi menjadi BPJS yang andal dan dipercaya masyarakat khususnya para peserta. Salah satu kunci sukses suksesi yang berhasil adalah sikap ikhlas serta keteladanan yang tentunya akan dijadikan panutan baik oleh rekan direksi yang digantikan maupun anggota direksi yang baru.Kunci yang lain adalah sikap positif dan berbaik sangka yang harus diimplementasikan di mana pun kita berada. Sikap positif dan "low profile" akan meniadakan kemungkinan terjadinya apa yang disebut "post power syndrome".Selamat berkarya kepada direksi baru Jamsostek di bawah CEO yang baru, ahli keuangan muda yang brillian, Elvyn G Massasya beserta seluruh jajarannya. Semangat menuju BPJS Ketenagakerjaan! (LN)
Hotbonar Sinaga adalah Direktur Utama Jamsostek 2007-2012.
Source : Hotbonar Sinaga
Editor :
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.