|
KEDIRI (Antara): Jalur kereta api pada ruas Kertosono-Blitar sepanjang 80,042 kilometer belum siap menjadi jalur limpahan penumpang kereta api pada masa arus mudik, menyusul terganggunya jalur kereta api Bangil-Sidoarjo akibat genangan lumpur panas PT Lapindo.
Kepala Resor Jalan Rel 74 PT Kereta Api Indonesia (KAI), Mochamad Soleh, kepada ANTARA di Kediri, Jawa Timur, Jumat mengatakan, jalur kereta api Kertosono-Blitar yang menjadi tanggung jawabnya itu rawan melengkung.
"Rel pada jalur kami ini rawan sekali mengalami spaten (memuai) karena kondisi rel dan bantalan sudah tua," ujarnya.
Menurut dia, rel yang terpasang pada jalur tersebut lebih banyak didominasi rel dengan tipe R.33 atau berukuran berat 33,40 kilogram per meter dengan tinggi 134 milimeter.
"Dari jalur Kertosono-Blitar sepanjang 80,042 Km tersebut, panjang rel R.33 mencapai 62,385 kilometer, sementara hanya sedikit rel R.42," katanya menjelaskan.
Rel R.42 memang relatif lebih besar dan kuat dibandingkan dengan R.33 karena ukuran beratnya mencapai 42,18 kilogram per meter dan tinggi 138 milimeter.
"Ditambah lagi usia rel yang ada di jalur kami ini rata-rata berkisar antara 30 hingga 50 tahun," tuturnya.
Ia mengatakan, tidak masalah jika kondisi rel sudah tua asalkan disangga bantalan yang kuat dan kokoh untuk menahan beban rangkaian kereta api yang beratnya mencapai 14 sampai 37 ton.
"Sebenarnya tidak masalah kalau rel yang terpasang tipe R.33, namun bantalan rel harus terbuat dari beton," kata pria yang sejak 1973 berkutat dengan urusan rel kereta api itu.
Dia menyebutkan, pada hari-hari biasa jalur kereta api Kertosono-Blitar dilalui 24 kali jadwal perjalanan kereta api penumpang dan barang selama 24 jam.
Namun dengan terganggunya jalur Bangil-Sidoarjo ditambah penambahan jadwal perjalanan kereta penumpang pada arus mudik, maka frekuensi perjalanan kereta api melalui jalur Kertosono-Blitar akan bertambah hingga dua kali lipat.
Selama beberapa bulan terakhir ini, seringkali rel di jalur tersebut mengalami spaten, namun tidak sampai menimbulkan kecelakaan dan mengganggu perjalanan kereta api yang berarti.
"Kalau tahu ada rel spaten sejak awal, kami segera menurunkan petugas untuk dilistring dengan menggunakan alat penambat. Selama ini kami bisa mengatasinya," ucapnya.
Memang untuk mengatasi rel spaten dibutuhkan waktu sekitar lima jam karena semua peralatannya masih manual untuk meluruskan dua batang rel yang melengkung sepanjang lima sampai 15 meter.
Sebelumnya PT KAI menyatakan akan memindahkan jalur kereta api Sidoarjo-Banyuwangi melalui Kertosono-Kediri-Blitar-Malang-Bangil menyusul terjadinya genangan lumpur di kawasan Porong, Sidoarjo. (dj)
Tampilan Cetak
|