BISNIS.COM, NEW YORK--Harga minyak bergerak lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), didorong berlanjutnya kenaikan di pasar saham., setelah laporan laba kuat dan dolar AS yang melemah.
Harga minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) naik US$1,13 menjadi ditutup pada US$97,57 per barel, setelah sempat menyentuh US$97,82 yang merupakan tingkat tertinggi sejak 17 September lalu.Adapun minyak berjangka Brent di London menetap 88 sen lebih tinggi pada US$114,36 per barel.
Kenaikan harga minyak dan komoditas lainnya, yang disebut aset berisiko, terjadi karena Dow Jones Industrial Average datang dalam kisaran luar biasa dari rekor yang tercapai pada Oktober 2007 atau sebelum krisis ekonomi.
"Kita sudah begitu dekat dengan posisi tertinggi sepanjang masa, mereka adalah target sekarang," kata Bob Yawger dari Mizuho Securities.
"Laba yang lebih baik daripada perkiraan dan situasi kebijakan Fed AS, uang murah serta suku bunga rendah bisa berada di tempat untuk beberapa waktu," tambahnya.
Pasar minyak dan saham mengabaikan penurunan tajam dalam indeks kepercayaan konsumen AS pada Selasa, setelah data yang lebih positif dirilis Senin menunjukkan pertumbuhan kuat dalam pesanan barang tahan lama manufaktur pada Desember.
"Meskipun data kepercayaan lebih lemah untuk AS, llatar belakang makroekonomi tetap menguntungkan dengan pasar ekuitas mendekati tertinggi beberapa tahun dan euro di 1,35 dolar ketika kita menuju ke hari pertama pertemuan Fed," kata analis Sucden, Jack Pollard.
Source : Antara
Editor : Sutarno

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.