JAKARTA: Harga rumah tapak nonsubsidi tahun ini diperkirakan naik 5%-10% akibat kemungkinan naiknya tarif dasar listrik dan bahan bakar minyak.
Eddy Ganefo, Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia, berharap rencana kenaikan TDL dan BBM dilaksanakan bertahap dengan proporsi yang tidak mengejutkan.
"Mungkin untuk rumah komersial tahun ini harganya naik sekitar 5%-10%, karena harga material bisa terpengaruh. Kalau rumah bersubsidi tidak, karena patokan harga dari pemerintah sudah pasti," ujarnya dalam konfperensi pers BTN Property Expo 2013, Sabtu (2/2/2013).
Ketua Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan pihaknya belum menghitung persentase kemungkinan naiknya harga rumah tahun ini.
Soalnya kenaikan TDL dan pengaruhnya terhadap harga material bangunan belum bisa dipastikan.
Tahun ini REI menargetkan memproduksi dan menjual sekitar 450.000 unit rumah tapak baik subsidi maupun nonsubsidi.
Adapun Apersi berencana membangun 140.000 unit rumah subsidi dan 40.000 unit rumah komersial. (ra)
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.