RSS FEEDLOGIN

Rumah Mantan Gubernur Jatim Terbakar

Yusran Yunus   -   Minggu, 28 April 2013, 06:10 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130428_kebakaran (ok-yus).jpgBISNIS.COM, SURABAYA-Rumah mantan Gubernur Jatim almarhum HM Noer di Jalan Anwari 11 Surabaya, Sabtu (27/4) malam terbakar hingga mengakibatkan plafon di ruang tamu ambrol.

Diduga api berasal dari hubungan pendek arus listrik yang ada di dalam rumah itu. Namun, petugas belum bisa memastikan penyebabnya karena harus menunggu laporan tim identifikasi Polrestabes Surabaya dan jajaran usai olah tampat kejadian perkara.

"Kalau melihat asal api, kemungkinan korsleting arus listrik. Tapi belum dipastikan karena harus dilakukan pemeriksaan lebih jauh," kata Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya Chandra Oratmangun kepada wartawan di lokasi kebakaran.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Hingga Minggu dini hari, sebagian mobil pemadam dan petugas masih disiagakan untuk pembasahan serta memastikan api benar-benar padam tanpa ada baranya.

Chandra mengaku pihaknya menerima laporan sekitar pukul 22.22 WIB. Tidak ingin semakin meluas, pihaknya mengerahkan mobil pemadam kebakaran. Namun, ketika berada di lokasi, api masih tidak terlalu besar karena keluarga mampu memadamkannya terlebih dahulu.

"Syukurlah api tidak sampai merembet lebih luas. Titik api berasal dari plafon atap ruang tamu yang kemudian ambrol. Api sudah berhasil dilokalisasi dan dibantu warga yang bahu-membahu gotong royong berusaha memadamkan api seadanya".

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun istri mendiang HM Noer, Ny. Mas Ayoe Sid Rachma, sempat diungsikan ke rumah tetangga. Usai dipastikan bara api sudah mati, ia kembali masuk ke rumahnya dengan dituntun sejumlah cucu, setelah api dinyatakan benar-benar telah padam.

Di lokasi kejadian, aparat Polrestabes Surabaya dan Polsek Tegalsari memasang garis polisi untuk memastikan dan memudahkan proses penyelidikan. (antara)

Editor : Yusran Yunus

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.