RSS FEEDLOGIN

REKOMENDASI MEDIA: Soroti Kondisi IHSG Hingga Diversifikasi Energi

R Fitriana   -   Jumat, 19 April 2013, 07:22 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130404_ihsg tumbuh.jpegBISNIS.COM, JAKARTA—Informasi tentang Indeks Harga Saham Gabungan yang berhasil menembus leval 5.000 menjadi salah satu pilihan fokus pemberitaan di media cetak pada hari ini, Jumat (18/4).

Dana asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menembus level 5.000 kemarin.

IHSG menguatkan 0,28% dan mengukir lagi sejarah baru di posisi 5.012,64.

Dana asing menopang pergerakan indeks dengan mencatatkan pembelian bersih (net buy) Rp409,75 miliar.(Kontan)

Harga saham

Polatilitas tinggi di pasar saham domestik hingga akhir tahun diprediksi meningkat setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan perdana ditutup pada level 5.000 poin.

Menurut analis, ketersedian likuiditas yang cukup besar di pasar keuangan global, bisa memicu akumulasi beli dan jual (waktu pendek) karena potensi kenaikan terbatas.(Indonesia Finance Today)

Bisnis pembiayaan

Kalangan perbankan nasional dinilai aneh karena tidak mempunyai keberanian untuk masuk ke bisnis pembiayaan di industri minyak dan gas.

Akibatnya, kucuran kredit sektor migas dikuasai perbankan asing.(Neraca)

BBM bersubsidi

Program diversifikasi energi terbengkalai karena pemerintah tersandera urusan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Program konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) maupun pengembangan bahan bakar nabati (BBN) tidak dijalankan secara konsisten.(Investor Daily)

Pertumbuhan ekonomi

United National Economy dan Social Commission for Asia and The Pacific memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia Pacific di tahun 2013 sebesar 6%.

Ekonomi Indonesia tahun 2013 diperkirakan bertumbuh 6,6%.(Kompas)

 

 

Source : R. Fitriana

Editor : Martin Sihombing

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.