RSS FEEDLOGIN

REKOMENDASI MEDIA: Defisit Neraca perdagangan Jadi Perhatian

R Fitriana   -   Selasa, 02 April 2013, 07:18 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130305_defisit-perdagangan-kontainer.jpgBISNIS.COM, JAKARTA—Informasi tentang defisit perdagangan akibat impor BBM menjadi salah satu fokus pemberitaan sejumlah media cetak pada hari ini, Selasa (2/4/2013).

Rupiah terpukul

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah semakin menguat.

Kali ini, tekanan dating dari defisit neraca dagang yang kembali memerah.

Badan Pusat Statistik (BPS), neraca dagang sepanjang Februari 2013 minus US$327,4 juta. (Kontan)

Impor BBM

Akibat tingginya impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM), neraca perdagangan Indonesia terus digerogoti defisit.

Pada Februari 2013, defisit mencapai US$327,4 juta, sehingga neraca perdagangan Januari-Februari tahun ini mencatatkan akumulasi defisit US$402,1 juta. (Investor Daily)

Indikasi monopoli

Di tengah ketatnya persaingan bisnis di industri televisi nasional belakangan ini, membuat pemilik modal besar terus merambisi mencaplok perusahaan televisi yang lemah.

Tentu saja kondisi ini menciptkan iklim usaha yang tidak sehat, karena menimbulkan monopoli penguasaan pasar di tangan pemilik grup perusahaan besar. (Neraca).

Capai rekor

Inflasi Maret mencapai 0,63%.

Ini adalah rekor tertinggi inflasi bulan Maret selama lima tahun terakhir, yang dipicu persoalan dalam pasokan produk hortikultura. (Kompas).

Volatilitas saham

Tingkat volatilitas 24 saham dalam daftar LQ45 lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama kuartal I/2013.

Menurut analis, tingkat volatilitas saham-saham unggulan pada kuartal II/2013 diperkirakan lebih rendah karena ada beberapa kebijakan pemerintah yang akan memengaruhi kinerja emiten. (Indonesia Finance Today).

Editor : Rustam Agus

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.