RSS FEEDLOGIN

REKOMENDASI MEDIA: Dari prediksi nilai obligasi korporasi hingga kenaikan harga BBM

R Fitriana   -   Senin, 08 April 2013, 06:50 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130223_media kompas bisnis koran.jpgBISNIS.COM, JAKARTA—Informasi yang beragam menjadi pilihan sejumlah media cetak sebagai fokus pemberitaan pada hari ini, Senin (8/4), mulai dari nilai emisi obligasi korporasi yang diperkiraan tumbuh 20% hingga rencana kenaikan harga BBM.

Obligasi korporasi

Nilai emisi dari penerbitan obligasi korporasi pada tahun ini diprediksi tumbuh 20% menjadi Rp60 ttriliun dibandingkan realisasi tahun lalu.

Menurut analis obligasi, investor memburu obligasi korporasi karena return dari transaksi obligasi korporasi dari tahun ke tahun meningkat 15%-127%.(Indonesia Finance Today)

Perbankan nasional

Saat perbankan nasional mempertontonkan raihan keuntungan atas kinerja keuangan 2012, ternyata sejumlah bank swasta tidak membagikan devidennya kepada para pemegang saham (investor).

Kondisi ini berbeda dengan bankir pengelolanya, yang menikmati bonus besar dalam bentuk tantiem.(Neraca)

Investasi penerbangan

Ada kasak-kusuk di industri penerbangan yang cukup mengejutkan.
Lion Air, maskapai swasta Indonesia yang baru saja menjadi buah bibir masyarakat internasional karena memborong ratusan pesawat terbang, mengancam akan memindahkan pangkalannya ke Malaysia.(Kontan)

Harga BBM

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi harus disertai kompensasi berupa pemberian dana tunai bagi masyarakat miskin guna meringankan beban penderitaan mereka.

Dampak politik adalah hal biasa, namun dampak ekonomi dan sosial dari kenaikan harga BBM perlu diminimalkan.(Investor Daily)

Izin impor

Pemberian rekomendasi dan izin impor komoditas daging dan hortikultura untuk realisasi impor semester I/2013 harus diberikan paling lambat pekan pertama Mei 2013.

Kalau tidak, kenaikan harga sulit dibendung ditengah harga komoditas yang relatif tinggi sekarang.(Kompas)

(faa)

Editor : Fahmi Achmad

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.