JAKARTA: Ingin memuaskan pasangan di atas ranjang? Kebersihan dan kesehatan organ intim menjadi solusinya.
Salah satu caranya dengan melakukan terapi vagina Spa (V Spa) yang memakai ramuan tradisional Madura.Sejak zaman dulu masyarakat Indonesia terkenal kreatif. Khususnya kaum perempuan yang mengenal berbagai ramuan tradisional, dan perawatan yang bisa memuaskan suaminya.Eva Madura, konsultasi pasutri dari Arum Dalu Medika Spa di Depok, mengatakan dalam merawat kebersihan organ intim, sejak dulu dikenal air rebusan daun sirih, yang dipercaya mengandung antiseptik alami.Wanita Madura, katanya, terkenal dengan aneka ramuan tradisionalnya yang bisa membuat organ intim jadi rapat dan kesat, yang bisa membuat pasangan 'mabuk' atas ranjang.Kini mulai banyak dikenal ratus vagina, yang ditawarkan di berbagai Spa dan salon kecantikan. Istilahnya pun berbagai macam. Ada Spa vagina, V Spa, dan feminine Spa, untuk perawatan tradisional organ intim kewanitaan.Seperti yang ditawarkan oleh Arum Dalu Medika Spa, ada ratus rebus, ratus bakar, dan thigntening cream yang menggunakan campuran rempah-rampah alami.Dokter Juliana Resolina Pateh, pemilik Arum Dalu Medika Spa, menuturkan perempuan Indonesia yang makin dinamis, di tengah kesibukannya perlu melakukan perawatan, khususnya di daerah intim."Vagina merupakan daerah yang paling sensitif, dan mudah lembab. Karena itu perlu dirawat kebersihannya," kata Juliana di Depok, Selasa (13/121/2012.Dia menuturkan saat ini orang sudah tahu bahwa ketenangan pikiran, dan ketenangan batin, bermanfaat untuk kesehatan. Untuk melengkapinya dan membuat rileks, perlu juga ke Spa.Perawatan Spa di tempatnya, katanya, ditunjang dengan perawatan ilmu kedokteran modern, seperti vagina ozone, vagina tightening, vagina swab, vagina rejuv injection, whitening vagina spa, dan juga papsmear. (bas)(Foto:agoda.web.id)
Editor :
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.