RSS FEEDLOGIN

PUTING BELIUNG YOGYA: Ini dia dusun-dusun yang porak-poranda

Jessica Nova   -   Sabtu, 08 Desember 2012, 16:06 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

JAKARTA–Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan Bupati Sleman mengeluarkan pernyataan status tanggap darurat selama 5 hari, yaitu 7-11 Desember 2012.
 
Status tangga darurat diterbitkan karena ada bencana puting beliung yang melanda 10 dusun di Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta, sehingga 519 unit rumah rusak dan 16 orang luka-luka.
 
Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala usat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana puting beliung menerjang 10 dusun di 3 desa di Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada Jumat (7/12), sekitar pukul 14.30 WIB.
 
Ketiga desa yang diterjang puting beliung adalah sebagai berikut: 
 
1. Desa Purwomartani Kec. Kalasan. – Dusun Bromonila, Dusun. Sidokerto, Dusun Sambisari, Dusun Sambiroto, Dusun Randusari.
 
2. Desa Maguwo Kec. Depok. – Dusun Grogol, Dusun Sambigo, Dusun Singosuto, Dusun Tempelsari,
 
3. Desa Medomartani Kec. Ngemplak. – Dusun Sepu. 
 
Akibatnya, lanjut Sutopo, ada 2 orang luka berat yang harus rawat inap, 12 orang luka ringan, 519 rumah rusak dimana 101 rusak berat, 122 rusak ringan, dan 296 rusak ringan.
 
“Daerah yang terparah adalah Dusun Bromonila  Kecamatan Purwomartani dimana terdapat sekitar 299 unit rumah rusak,” ujarnya, Sabtu (8/12).
 
Dia menjelaskan masyarakat yang rumahnya rusak berat, untuk sementara dititipkan ke tetangga terdekat.
 
Untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, BPBD D.I. Yogyakarta, TNI/Polri, PMI, Tagana, SKPD terkait dan masyarakat melakukan penanganan darurat.
 
Mengenai kronologi bencana, Sutopo menjelaskan puting beliung terjadi sebelumnya cuaca cerah, tiba-tiba awan gelap dengan kecepatan sekitar 60 km per jam dengan durasi 10 menit dan radius dua kilometer persegi.  
 
Kejadian tersebut juga menyebabkan penerbangan di Bandara Adisucipto terganggu, di antarnya yang tidak bisa mendarat Merpati MZ 3450 dari Bandung, yang dialihkan menuju Bandara Juanda, Surabaya.
 
Demikian juga Garuda Indonesia GA 210 dari Jakarta terpaksa kembali ke Bandara Soekarno-Hatta, sedangkan pesawat Lion Air JT 556 dari Jakarta terpaksa berputar di kawasan bandara selama 15 menit sebelum mendarat. (Bsi)

Editor :

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.