RSS FEEDLOGIN

PROYEK MRT: Rekomendasi Mendagri Butuh Waktu Seminggu

Ismail Fahmi   -   Selasa, 16 April 2013, 19:07 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130416_mrt.jpgBISNIS.COM, jAKARTA—Proyek mass rapid transit (MRT) memasuki tahap mendapatkan rekomendasi dari Menteri Dalam Negeri sebagai syarat mencairkan pinjaman dari Bappenas.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyatakan butuh waktu mempelajari materi sampai dengan mengeluarkan rekomendasi sekitar satu minggu.

Sebentar kok, pokoknya seminggu saya selesaikan lah,” katanya di kantor Kementerian Dalam Negeri, Selasa (16/4).
Pihaknya mengaku sudah menerima laporan lisan dari Direktur Jenderal Keuangan Daerah tentang usulan Gubernur DKI yang berniat membangun transportasi massal berbasis rel tersebut.

“Saya baru dilaporkan lisan dari Dirjen Keuangan Daerah. Nanti akan kita bahas dulu seperti apa usulan pak Gubernur itu.”

Kendati sudah mendapatkan laporan lisan tetapi Gamawan belum melihat berkas materi yang disampaikan Pemprov DKI. Prinsipnya Menteri Dalam Negeri akan membantu merealisasikan proyek yang sudah direncanakan sejak 2007 tersebut.

“Ya kita akan membantu lah, mungkin sudah sampai ke Dirjen Keuangan Daerah. Saya sudah dilaporkan tapi saya materinya belum, mungkin masih di atas meja saya karena dari pagi rapat,” terangnya.


Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Reydonnyzar Moenek mengakui Dirjen Keuangan Daerah sudah menyampaikan secara lisan usulan Pemprov DKI. Tetapi untuk materi secara fisiknya belum diterima. “Kita belum terima suratnya, karena Dirjen Keuangan Daerah belum terima,” katanya.

Kemendagri akan mengkoordinasikan terkait proses administrasi untuk rekomendasi pinjaman daerah MRT itu. Donny mengupayakan sec epatnya terkait proyek MRT ini akan ada kepastian untuk dijalankan.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menegaskan surat sudah dikirim sejak awal pekan ini. Apabila belum sampai di tangan Menteri kemungkinan baru sampai di staf tingkat bawah. “Sudah dikirim mungkin baru sampai bawah, kita harus kawal ini.”.

--

Source : Akhirul Anwar

Editor : Ismail Fahmi

Layak Disimak

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.