RSS FEEDLOGIN

PROVINSI JATENG Jadi Percontohan Branchless Banking

Endot Brilliantono   -   Selasa, 28 Mei 2013, 00:25 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130528_joni-bix.jpgBISNIS.COM, SEMARANG -- Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu daerah percontohan penerapan layanan "branchless banking" atau sistem pembayaran dan perbankan terbatas melalui Unit Perantara Layanan Keuangan atau UPLK.

"Jateng akan menjadi pilot project branchless banking. Jika selama ini pelayanan bank mempunyai kantor, ke depan tidak perlu kantor," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Joni Swastanto di Semarang, Senin (27/5/2013)

Joni menyebutkan daerah yang menjadi percontohan selain Jateng yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

"Branchless banking" tersebut, menurut Joni akan menyasar masyarakat yang belum ada akses perbankan karena tidak memiliki rekening bank serta belum tersentuh layanan keuangan seperti menabung, transfer, dan kredit.

Layanan tersebut melibatkan tiga provider telekomunikasi yakni Telkomsel, Indosat, dan XL yang memberikan layanan sistem pembayaran dan layanan perbankan kepada nasabah.

"Bersatunya tiga provider telekomunikasi ini pertama kalinya di dunia. Layanan ini sangat istimewa karena menyentuh masyarakat di pelosok daerah," katanya.

Untuk mengakses layanan tersebut salah satunya dengan layanan e-banking dengan menggunakan telepon genggam dapat menyalurkan kredit mikro.

"Seluruh layanan tersebut tidak dilakukan di kantor cabang atau unit, tetapi bisa saja kerjasama dengan toko kelontong atau rukun tetangga (RT)," katanya.

Untuk penerapan layanan "branchless banking" tersebut, tambah Joni juga memperhitungkan mengenai perlindungan terhadap nasabah, kemungkinan pencucian uang, dan memperhatikan manajemen risiko.

"Sejumlah aturan main tersebut sedang disusun untuk meminimalkan risiko," demikian Joni Swastanto. (Antara/dot)

Editor : Endot Brilliantono

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.