RSS FEEDLOGIN

PROMOSI PERUSAHAAN: "Share" Jadi Kata Kunci Kesuksesan

Didit A. Susanto   -   Rabu, 13 Februari 2013, 18:32 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

JAKARTA—Berbagi menjadi kata kunci kesuksesan untuk mempromosikan merek perusahaan. Semakin banyak mendapatkan tanggapan yang baik dari masyarakat, perusahaan tersebut akan tambah  dikenal.
 
Marketing Communications Manager Fortune PR Oscar Prajnaphalla mengatakan berbagi (share) dapat dijadikan sebagai strategi pemasaran perusahaan. Menurutnya, hal ini dapat menekan biaya karena tidak membayar jalur distribusi
 
“Perusahaan bisa menjadi content publisher sendiri dengan adanya berbagai media sosial. Dampaknya bisa menimbulkan networking dan nantinya bisa memunculkan komunitas-komunitas,” kata Oscar saat Gathering PR Hotel dan Korporasi yang diadakan Bisnis di Jakarta, Rabu (13/2).
 
Dia menambahkan zaman dulu untuk mendongkrak penjualan produk, perusahaan mengandalkan iklan dengan intensitas tinggi. Semenjak adanya situs, mereka sudah mulai memanfaatkan, tetapi belum menampilkan isi yang menarik.
 
Kecenderungan saat ini, lanjutnya, iklan perusahaan yang banyak dibagi masyarakat di media sosial akan semakin dipercaya. Tanggapan dari masyarakat berupa komentar dalam situs akan menjadi indikatornya.
 
Konten yang dibagi dapat berupa foto, video, lagu, lokasi perusahaan, atau bentuk file. Konten yang dibagikan harus menarik, entah yang baik atau buruk. Selain itu, perusahaan harus menggunakan media sosial yang sesuai dengan konten yang akan dibagi.
 
Oscar menuturkan dengan sosial media sebuah perusahaan bisa menjadi content publisher. Selain itu juga dapat menciptakan jaringan karena mempunyai follower, komunitas atau subscriber. (if)
 

Source : Rio Sandy Pradana, Gloria Natalia Dolorosa

Editor : Ismail Fahmi

Layak Disimak

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.