JAKARTA--Lenovo, perusahaan teknologi asal China siap bersaing di pasar ponsel pintar Indonesia dengan meluncurkan lima ponsel pintar terbaru.
Vice President Business Operations & WW Business Development Lenovo JD Horward mengatakan perusahaan mulai ekspansi pasar ponsel di luar pasar China ke banyak negara, termasuk Indonesia.
Dia yakin ponsel pintar Lenovo akan sukses di pasar ponsel pintar di Indonesia. Sebab, ponsel pintar keluarannya mengandung inovasi teknologi yang berbeda dari ponsel pintar merek global lain maupun ponsel pintar lokal Indonesia.
“Kami memastikan produk kami sangat bagus. Didukung distribusi dan mitra yang luas, kami bisa menjadi vendor nomor satu di RI," tutur Howard saat peluncuran ponsel pintar Lenovo, Selasa (16/10). (Ilustrasi: Lenovo A60)
Untuk meraih pasar, Lenovo meluncurkan lima ponsel pintar bersistem operasi Android di RI dengan sasaran pelbagai segmen pasar.
Bagi segmen pasar penggila ponsel pintar premium, perusahaan memiliki ponsel pintar kategori K. Adalah Ideaphone K860, ponsel pintar berlayar 5 inci IPS dengan prosesor quad-core 1,4GHz.
Lewat teknologi IPS, layar bisa menghasilkan reproduksi warna yang akurat dengan lebar sudut lihat 178 derajat. Harga jualnya mencapai Rp4,4 juta. Harga ini diklaim 50% lebih murah dari harga ponsel pintar quad-core di pasar.
Untuk segmen profesional, perusahaan meluncurkan seri P. Ideaphone P700i memiliki layar 4 inci dengan waktu bicara hingga 28 jam dan waktu siaga sampai 13 hari. Ponsel dengan daya batere 2500 mAh ini berharga jual Rp1,99 juta.
Di pasar pecinta musik dan penggiat multimedia, terdapat seri S. Lenovo meluncurkan Ideaphone S880 dual SIM dan Ideaphone S560. Daya baterainya bisa memutar lagu selama 50 jam. S880 dijual seharga Rp1,99 juta, sedangkan S560 Rp1,699 juta.
Adapun, bagi pasar menengah ke bawah, perusahaan mengucurkan seri A yang berasal dari kata affordable. Ideaphone A60+ yang mengandung sistem operasi Android 2.3 dengan layar 3,5 inci. Ponsel pintar dengan prosesor 1GHz ini dilego kurang dari Rp1 juta. (yus)
Editor :
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.