BANDUNG--Tim Koalisi "Babarengan" Dede-Laksamana mengklaim kemenangan 34,42% berada di pasangan calon nomor tiga berdasarkan hasil "real count" yang dihimpun hingga pukul 11.30 Wib.
Didin Supriadi Ketua Tim Koalisi Babarengan Dede-Laksamana mengatakan data tersebut berasal dari hasil penghitungan suara di TPS yang dihimpun dari saksi di lapangan.
Saksi dan relawan melaporkan langsung dari TPS sehingga hasil yang didapat sudah mencerminkan kemenangan di kubu Dede-Laksamana," ujar Didin di Bandung Senin (25/2/2013).
"Kami tidak mengacu pada hasil hitung cepat yang telah dipublikasi sebelumnya namun akan menunggu hasil rekapitulasi KPU yang telah diketuk palu dan tentunya akan sesuai dengan real count kami," ujarnya.
Didin juga menegaskan tidak mempercayai hasil hitung cepat yang dipublikasikan lembaga survei karena seringkali tidak berbanding lurus dengan hasil rekapitulasi KPU di berbagai daerah.
"Untuk itu saya mengajak seluruh tim koalisi dan relawan di berbagai daerah untuk melek dan mengawal penghitungan yang saat ini masih dilakukan," ujarnya.
Berdasarkan "real count" Koalisi Babarengan, pasangan Dikdik-Cecep mendapat 1,74%, Yance-Tatang 9,78%, Dede-Laksamana 34,42%, Heryawan-Deddy 30,74% dan Rieke-Teten 23,30%.
BANTAH MENYERAH
Sementara itu, Bob Sulaeman Effendi, kakak dari Dede Yusuf menolak jika adiknya telah menyatakan menyerah setelah menyaksikan hasil hitung cepat yang dirilis beberapa media.
"Dede menitipkan pesan bahwa dia tidak bilang menyerah namun mengucapkan selamat kepada siapa pun yang terpilih dan bisa jadi memang dia yang terpilih," katanya.
Bob menegaskan hitung cepat oleh lembaga survei sudah terlalu banyak kesalahan sehingga pihaknya tetap akan mengerahkan seluruh relawan untuk mengawal penghitungan suara di TPS hingga KPU yang akan menjadi dasar penetapan gubernur terpilih.
Sebelumnya Dede Yusuf yang didampingi Lek Laksamana menyampaikan ucapan selamat kepada calon gubernur terpilih pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dan memahami hasil hitung cepat lembaga survei yang dirilis berbagai media. (LN)
Editor : LAHYANTO NADIE
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.