RSS FEEDLOGIN

PILKADA BALI 2013: Merasa Dicurangi, Tim Puspayoga-Dewa Punya Bukti

Editor   -   Rabu, 22 Mei 2013, 18:37 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130515_pilkada bali-ubud.jpgBISNIS.COM, DENPASAR — Tim Hukum dan Advokasi Pemenangan Cagub dan Cawagub Bali Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan menemukan salinan formulir C1 yang disiapkan sebagai bukti perolehan suara pilkada.

“Kami telah menyiapkan formulir C1 sehingga rekapitulasi data perolehan suara pasangan Puspayoga-Sukrawan [bisa dijadikan] sebagai bukti untuk mengawal perolehan suara rekapitulasi KPU,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, Rabu (22/5).

Menurut Hasto, data C1 tersebut nantinya juga akan dijadikan bahan untuk mendukung dokumen pengaduan ke Panwaslu dan Mahkamah Konstitusi.

“Data otentik ini kami jadikan data pendukung dalam mengadukan kasus-kasus yang kami temukan dalam dugaan penyimpangan yang terjadi menjelang hingga pemilih ke tempat pemungutan suara,” kata Hasto yang didampingi Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP Arif Wibowo serta pengurus PDIP lainnya.

Hasto mengatakan, semua formulir C1 seluruh TPS yang berjumlah 6.371 unit sudah terkumpul dan direkapitulasi. Data tersebut menunjukkan Puspayoga-Sukrawan memperoleh suara sebanyak 1.065.009 atau 50,04 persen.

Pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta meraih dukungan sebanyak 1.063.174 suara atau 49,96%.

“Mengacu pada data C1 yang kami rekapitulasi tersebut menunjukkan perolehan suara kami lebih unggul dibandingkan lawan. Meski telah mendapatkan angka sebanyak itu, kami tetap menunggu pengumuman hasil rekapitulasi KPU Bali,” ucap Hasto.

Jika nantinya perolehan suara yang diumumkan KPU tidak sama, pihaknya akan mengajukan keberatan dan gugatan secara hukum.

“Data yang kami kumpulkan akan kami jadikan dasar untuk pembuktian dalam proses hukum,” kata Hasto. (Antara/sae)

Source : kabar24.com/antara

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.