BISNIS.COM, SEMARANG – Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih membantah dirinya memberikan dukungan kepada pasangan calon gubernur Hadi Prabowo dan calon wakil gubernur Don Murdono dalam perebutan kursi Gubernur Jateng 2013.
Rustri merasa namanya dicatut oleh tim pemenangan pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono (HP-Don) untuk kepentingan kampanye. Selain itu, pihaknya juga membantah bakal menjadi juru kampanye (jurkam) pasangan tersebut di Solo pada 21-22 Mei mendatang.
“Apa iya nama saya bisa menambah suara? Tetapi apa pun itu, ini memang bukan pertama kali. Ini sebenarnya sudah pernah terjadi nama saya dicatut calon-calon gubernur,” ujarnya menanggapi munculnya spanduk bergambar dirinya dan berisi dukungan terhadap Hadi Prabowo dan Don Murdono, saat ditemui di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng, Rabu (15/5/2013).
Rustriningsih mengaku sama sekali tidak mengetahui hal tersebut bisa terjadi. Bahkan informasi soal Wagub itu akan menjadi juru kampanye di Solo, pada 21-22 Mei mendatang dinilai sama sekali tidak benar.
Dia mengatakan seperti disampaikan sebelumnya, dirinya akan fokus menyelesaikan tugas-tugas kedinasan. “Pada tanggal kampanye itu, saya menjalankan tugas sebagai PLH Gubernur, karena Pak Bibit Waluyo sedang cuti,” tuturnya.
Rustriningsih mengingatkan kembali soal posisi dirinya dalam Pilgub.Prinsipnya, siapapun boleh mendukung siapa saja, asal sesuai dengan hati nurani, seperti idom ayam alas yang pernah di sampaikan dahulu. Namun dalam hal ini, tidak boleh ada intervensi dari siapapun.
Seperti diketahui, disejumlah lokasi di Kota Semarang, saat ini banyak terdapat spanduk dengan gambar Rustriningsih berlatar belakang dominan merah, yang memperlihatkan dukungannnya kepada pasangan Cagub dan cawagub Jateng HP-Don. (dot)
Editor : Endot Brilliantono

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.