RSS FEEDLOGIN

PILGUB JATENG: Ganjar Ngaku Menang Karena Mesin Politik PDI-P Jalan

Endot Brilliantono   -   Minggu, 26 Mei 2013, 20:31 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130526_ganjar_pranowo-.jpgBISNIS.COM, PURWOREJO -- Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui bahwa kemenangannya dalam versi quick count Pilkada Jateng oleh KPU Provinsi Jawa Tengah karena mesin politik PDI Perjuangan yang mengusungnya berjalan dengan efektif.

"Selain itu, karena 'branding' personal pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sujatmoko dan manajemen relawan yang baik," kata Ganjar di Purworejo, Minggu (26/5/2013)

Ia mengatakan perolehan suara itu sudah diprediksi sejak kemarin. "Sebetulnya pada H-1 pencoblosan sudah ada survei, namun tidak kami publikasikan," katanya.

Ia mengatakan dua hari lalu sudah ada komunikasi dengan pendukung Rustriningsih yang menurut mereka sebenarnya mempunyai visi misi yang sama dan mereka tidak membawa nama perseorangan, tetapi gerbong besar yang dibawa PDI Perjuangan.

Saat pencoblosan, Ganjar Pranowo berada di rumah orang tuanya di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, bersama istrinya, Siti Atiqoh.

Ganjar tidak memiliki hak suara, karena ber-KTP Jakarta. Ganjar berada di Kutoarjo untuk menemani ayahnya, H Pamuji, yang tengah sakit untuk datang ke TPS 8 Kelurahan Semawung Daleman, Kecamatan Kutoarjo.

Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara TPS 8 Sunardi mengatakan dari 232 pemilih yang tercantum daftar pemilih tetap (DPT), hanya 148 warga yang menggunakan hak suaranya.

Pasangan Ganjar-Heru mendominasi dalam perolehan suara di TPS tersebut dengan meraup 136 suara, disusul pasangan Bibit-Sudijono mendapat sembilan suara, dan Hadi Prabowo-Don Murdono mendapat satu suara. (Antara/dot)

 

BACA JUGA:

Source : Newswire

Editor : Endot Brilliantono

Layak Disimak

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.