RSS FEEDLOGIN

PETROKIMIA hingga PASAR RITEL Jadi Pilihan Pembaca

R Fitriana   -   Selasa, 12 Februari 2013, 07:45 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130209_bisnisindonesia.jpgJAKARTA-Informasi dan transaksi bisnis yang beragam tercatat kemarin, Senin (11/2) di Bisnis.com, ini sebagian dari informasi tersebut:

Ada anak usaha PT Titan Kimia Nusantara Tbk, PT Titan Petrokimia Nusantara yang mengubah namanya menjadi PT Lotte Chemical Titan Nusantara.

Berdasarkan keterangan resmi menajemen perseroan kepada otoritas bursa, keputusan perubahan nama itu disepakati oleh pemegang saham dalam keputusan sirkuler (keputusan para pemegang saham pengganti rapat umum pemegang saham luar biasa).

Sementara itu, peranti serba 3 dimensi (3D) semakin menjadi tren teknologi dunia dan kini giliran kamera 3D yang menyita perhatian penggemar fotografi.

Ada juga informasi tentang konsultan bisnis Indonesia Research Institute Japan mengemukakan Department Store Aeon asal Negeri Sakura segera menggarap pasar Indonesia.

Untuk yang ingin membaca lebih lengkap informasi lainnya, dapat membuka link di bawah ini:

PROYEK MONOREL: Wamenhub Jajal Kereta Monorel

RUMAH MURAH: Jaring konsumen, BTN & Kemenpera jemput bola

KURS DOLAR: Siapkan aturan baru, BI susun draf fixing spot

INDUSTRI PLASTIK: Polytama Propindo Kembali Beroperasi Pertengahan Februari

BACKDOOR LISTING: RUPSLB Toko Gunung Agung Ditunda

BISNIS RITEL: Sarinah Bidik Pendapatan Naik 17% Menjadi Rp585 Miliar

INDUSTRI SERAT SINTETIS: Substitusi impor, Indorama bangun pabrik poliester baru

INDUSTRI ROKOK: PP 109 tak atur soal kesehatan

ASURANSI UMUM: IFRS Bisa Molorkan Pelaporan Keuangan

PASAR OTOMOTIF: Naik 16,3%, Audi A4 & Q5 topang penjualan AUDI AG. (*)

Source : Rochmad Fitriana

Editor : Yusran Yunus

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.