RIYADH--- Sebuah jet F-15 milik Kerajaan Arab Saudi jatuh di Teluk saat melakukan latihan berkala pada Minggu malam dan pilot pesawat tempur itu belum ditemukan, kata Kementerian Pertahanan Arab Saudi pada Senin.Arab Saudi mempertahankan kekuatan udaranya dengan sebagian besar peralatannya dipasok Amerika Serikat dan Inggris.Pada tahun lalu, Washington mengumumkan penjualan F-15 jenis baru buatan Boeing senilai 29,4 miliar dolar AS kepada Angkatan Udara Saudi.Sejumlah sumber di industri pertahanan itu mengatakan Saudi akan membeli 84 jet tempur jenis tersebut.Pesawat jatuh itu bermarkas di Pangkalan Udara King Abdulaziz di provinsi bagian timur negara kerajaan itu dan dipiloti Letnan Fahd bin Falih al-Masarir, kata pernyataan Kementerian Pertahanan.Kementerian Pertahanan mengatakan pesawat itu jatuh di perairan Arab Saudi dan pihak berwenang tengah menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.Arab Saudi, pengekspor terbesar minyak di dunia serta sekutu Arab utama bagi Amerika Serikat, juga memiliki sejumlah Tornado dan Typhoon dalam armada udaranya.Kerajaan dengan dominasi Muslim Sunni itu terjebak dalam persaingan kawasan dengan Iran, yang didominasi Syiah, dan semakin khawatir akan peningkatan ketegangan di dunia Arab akibat pergolakan politik di kawasan tersebut.Angkatan Udara Arab Saudi terakhir kali menggunakan armada tempurnya dalam konflik tahun 2009-2010 dengan pemberontak Houthi Yaman. (fOTO:air-attack.com) (Antara/Reuters)
Source : Newswire
Editor :

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.