JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) dikabarkan batal mengakuisisi 32 % saham Petrodelta yang dimiliki perusahaan migas Amerika Serikat, Harvest Natural Resources Inc (HNR).
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir membenarkan Pertamina batal bertransaksi. “Betul, transaksi batal, tapi kami belum bisa memberikan informasi secara detail,” kata Ali ketika dikonfirmasi, Kamis (21/2/2013).
Seperti dikutip Bloomberg, dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Harvest Natural menyebutkan, Pertamina tidak mendapat izin pemerintah Indonesia untuk melanjutkan transaksi tersebut.
Dengan batalnya transaksi senilai US$725 juta itu, harga saham Harvest turun hingga 41% ke posisi terendah dalam 23 tahun terakhir menjadi US$5,45 per saham pada penutupan perdagangan kemarin.
Dalam keterangan tersebut dijelaskan, transaksi tersebut baru bisa dilanjutkan bila rencana itu disetujui oleh pemerintah Venezuela dan pemerintah Indonesia.
James Edmiston, CEO Harvest Natural mengaku kecewa dengan kejadian ini. Saat ini, pihaknya masih akan mengkaji beberapa opsi untuk melakukan penyelamatan aset di Venezuela.
Bisnis berusaha menemui Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan di kantor Kementerian BUMN untuk mendapatkan konfirmasi lebih jelas. Hari ini, seluruh direksi Pertamina serta pemegang saham melakukan rapat pra-RUPS yang dikabarkan mengenai laporan kinerja tahun 2012 dan rencana 2013.
Usai rapat, baik Karen, maupun Direktur Keuangan Pertamina Andri T Hidayat, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko Afdal Bahaudin enggan dikonfirmasi.
Selain itu, Komisaris Pertamina Anny Ratnawati juga enggan dikonfirmasi. “Jangan tanya saya, jangan lihat yang di Bloomberg, tapi tanya sama kementerian BUMN dan ESDM,” katanya ketika dikonfirmasi apakah benar alasan membatalkan lantaran tidak disetujui oleh pemerintah Indonesia.
Begitu pun dengan Komisaris Pertamina lainnya, Evita Herawati Legowo enggan dikonfirmasi.
Petrodelta merupakan operator dan pemegang hak konsesi seluas 1.000 kilometer persegi untuk mengelola blok migas hingga 2027 yang terdiri dari Lapangan Uracoa, Bombal, Tucupita, El Salto, El Inseno, dan Temblador.
Sebelumnya, Pertamina telah menandatangani Share Purchase Agreement (SPA) dengan Harvest Natural Resources Inc. (HNR) atas akuisisi saham itu.
Adapun syarat akuisisi atau penyelesaian transaksi bisa dilakukan setelah mendapat persetujuan pemegang saham Pertamina, persetujuan pemegang saham HNR, serta persetujuan dari Pemerintah Venezuela.
Berdasarkan sertifikasi dari Ryder Scott (status 2012) sesuai dengan pedoman dari US Securities and Exchange Commission, cadangan proven & probable (2P) yang dimiliki Petrodelta sekitar 486 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE). Cadangan Petrodelta itu lebih besar dibandingkan dengan cadangan Blok Cepu.
Source : Riendy Astria
Editor : Endot Brilliantono
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.