RSS FEEDLOGIN

PERSAINGAN USAHA: KPPU Ingin Awasi Inflasi Daerah

M. Taufikul Basari   -   Selasa, 30 April 2013, 16:22 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130211_kppu1 (antara).jpgBISNIS.COM, MAKASSAR-Komisi Pengawas Persaingan Usaha minta kepada Bank Indonesia untuk dilibatkan dalam pemantauan inflasi daerah. Permintaan itu untuk menyikapi kenyataan bahwa pembentukan harga beberapa kebutuhan pokok ditengarai hasil dari struktur pasar yang timpang.

Komisioner KPPU Syarkawi Rauf mengatakan gejolak harga bawang yang membuat inflasi tinggi. Padahal, kenaikan harga bawang itu tidak wajar dan diduga ada unsur kartel.
Dalam proses penyelidikan kartel bawang sendiri, KPPU menemukan rata-rata harga komoditas itu naik signifikan pada beberapa bulan pertama tahun ini.

"Dari rata-rata Rp25.000-Rp30.000 per kg pada sekitar November tahun lalu menjadi Rp80.000-Rp100.000 pada Maret," katanya di Makasssar, Selasa (30/4/2013).

Menurutnya, kondisi seperti itu sudah menjadi domain kerja KPPU sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. "Kami sudah mengirim surat kepada BI untuk dilibatkan dalam pemantauan inflasi daerah," katanya.

Penyelidikan kartel bawang oleh komisi kini telah masuk tahap akhir dengan memanggil Menteri Pertanian Suswono di kantor KPPU Jakarta. Syarkawi menyebut dalam 2 pekan ke depan sudah akan titik terang apakah dinaikkan ke proses perkara atau tidak. "Bidikannya ada dua, pertama soal persekongkolan dan yang kedua soal kartel. Indikasi persekongkolan itu sejalan dengan penemuan penimbunan ratusan kontainer bawang putih di Surabaya," tuturnya.

Editor : Yusran Yunus

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.