RSS FEEDLOGIN

PERLINDUNGAN BAHAYA KIMIA: RI Ratifikasi Protokol Rotterdam & Nagoya

Ismail Fahmi   -   Kamis, 23 Mei 2013, 04:59 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130523_bahan kimiaok.jpgBISNIS.COM, JAKARTA--Indonesia secara resmi telah meratifikasi Protokol Rotterdam dan Nagoya dengan disahkannya UU Nomor 10 tahun 2013 dan UU Nomor 11 tahun 2013 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pengesahan Undang-Undang (UU Nomor 11 Tahun 2013) ini menjadi penting bagi Indonesia terkait komitmen untuk melindungi keanekaragaman hayati. Sedangkan ratifikasi Konvensi Rotterdam penting agar dapat ambil bagian mengatur peredaran bahan kImia dan pestisida berbahaya di duni," kata Menteri Lingkungan Hidup (MenLH), Balthasar Kambuaya, di Jakarta, Rabu (22/5) malam.

UU Nomor 11 Tahun 2013 merupakan UU tentang Ratifikasi Pengesahan Protokol Nagoya tentang Akses pada Sumber Daya Genetik dan Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang yang Timbul Dari Pemanfaatannya.

Asapun  UU Nomor 10 Tahun 2013 merupakan UU tentang Pengesahan Konvensi Rotterdam tentang Prosedur Persetujuan atas Dasar Informasi Awal untuk Bahan Kimia dan Pestisida Berbahaya Tertentu dalam Perdagangan Internasional.

Lebih lanjut, Balthasar mengatakan perdagangan bahan kimia dan pestisida berbahaya mungkin penting bagi pembangunan, tetapi perlu diatur untuk melindungi masyarakat. (Antara)

Editor : Ismail Fahmi

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.