RSS FEEDLOGIN

PERITEL Butuh Bantuan Pemerintah Untuk Go International

Bambang Supriyanto   -   Jumat, 12 April 2013, 16:35 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130331_ritel.jpgBISNIS.COM,SURABAYA -- Pemerintah diharapkan mampu memberikan peraturan yang kondusif dan pendekatan pada negara yang dibidik guna mendorong bisnis ritel Tanah Air menembus pasar global.

Ketua Sementara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur Abraham Ibnu mengatakan selama ini Indonesia memiliki potensi dan pertumbuhan bisnis ritel yang cukup baik.

"Untuk mampu menembus pasar global memang harus ada bantuan dari pemerintah untuk kerjasama g to g. Pemerintah dahulu yang membuka jalan dengan membina hubungan baik pada negara yang dituju dan memberikan peraturan yang kondusif untuk perkembangan bisnis ritel," ujar Ibnu saat dihubungi Bisnis, Jumat (12/4/2013).

Dia menuturkan sebelumnya ada 2 peritel Indonesia yang akan ekspansi ke luar negeri, tetapi setelah di survei pada negara yang dituju, keduanya memutuskan masih akan menguatkan pada pasar dalam negeri.

“Potensi pasar Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang baik masih memiliki banyak peluang untuk digarap. Dua ritel yang rencananya akan menembus pasar negara lain, saat ini masih berniat untuk menguatkan di pasar dalam negeri dulu,” imbuhnya.

Country Manager A.S. Louken Indonesia Danny Anthonius mengatakan bisnis ritel Indonesia diharapkan tidak hanya kuat di pasar dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar global.

Menurutnya, pengusaha harus jeli menangkap harapan dan keinginan para konsumen sehingga mereka harus mengenal tren inovasi bisnis ritel di seluruh dunia.

“Saat ini Indonesia memiliki produk-produk unggulan mulai dari makanan, pakaian, pendidikan, dan lainnya yang laris di pasar domestik. Sayangnya, sangat sedikit merek lokal yang berhasil ketika dibawa ke luar negeri,” ujarnya.

Dia memaparkan ke depan pengusaha harus bisa memanfaatkan cross channel melalui e-commerce. Selain itu, mempersiapkan strategi secara cepat dan tepat sasaran dalam internasionalisasi bisnis ritel.

 

Source : Siti Nuraisyah Dewi

Editor : Bambang Supriyanto

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.