RSS FEEDLOGIN

Peritel banjir pembeli, rumah tangga nyetok barang

Mursito   -   Senin, 29 Agustus 2011, 15:39 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

JAKARTA:Peritel modern memekirakan hari ini  menjadi puncak masyarakat untuk  membeli sejumlah kebutuhan pokok yang akan  untuk dijadikan stok di rumah sampai setidaknya satu minggu ke depan dari gerai modern.

 

Kepala Humas PT Carrefour Indonesia Satria Hamid Ahmadi  mengatakan biasanya masyarakat memang akan memadati toko modern untuk membeli kebutuhan pokok untuk stok di rumah mulai H-2 sebelum Lebaran.

 

“Diprediksi akan ada puncak hari ini. Kalau kami pantau kebanyakan [konsumen berbelanja untuk] stok mereka [di rumah selama]  satu minggu, ,” kata Satria saat dihubungi melalui telepon genggamnya hari ini.

 

Kemarin, ujarnya, Carrefour  telah merasakan peningkatan jumlah konsumen yang berbelanja. Jumlah produk yang banyak terjual seperti  beras, telur, gula pasir, dan mie instan.

 

Satria mengatakan  kemungkinan animo masyarakat  membeli untuk persediaan kebutuhan pokok di rumah  tersebut, mengingat  sebagian besar keluarga  mesti  memasak sendiri di rumah akibat  ditinggal pembantu rumah tangga yang pulang mudik. Dengan ada persediaan yang mencukupi di rumah,  maka dinilai akan memudahkan para  orangtua untuk memasak.

 

Sementara penjualan kue dan sirup, ujarnya, sudah mulai berkurang jumlahnya. Mengingat masyarakat sudah melakukan pembelian kue dan sirup terutama untuk menjamu tamu yang datang berhalal bihalal   pada 2 minggu sebelum Lebaran.

 

Menurutnya, toko modern yang  biasanya dibanjiri  konsumen dua hari sebelum Lebaran terutama toko modern yang berada di kota besar, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

 

“Kami sendiri  terus buka. Untuk hari pertama Lebaran  memang toko baru buka 11.00WIB, biasanya 10.00 Wib. Tutupnya tetap seperti biasa. Stok [di toko] sudah aman,” ujarnya.

 

Source : Linda T. Silitonga

Editor : Rachmat Sujianto

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.