RSS FEEDLOGIN

PERBANKAN Ditantang Genjot Penyaluran Kredit

Reporter   -   Rabu, 06 Februari 2013, 19:49 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

121129_compact_bank_panin.jpgJAKARTA--Pemerintah beranggapan tantangan perbankan nasional bukan lagi pada bagaimana mencetak laba, tapi meningkatkan fungsi intermediasi.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan loan to gross domestic product (GDP) perbankan Indonesia masih tergolong rendah, yakni berkisar 30%.

"Apabila dibandingkan dengan rata-rata negara Asean bedanya cukup jauh. Di Malaysia misalnya sudah mencapai 80% dan Singapura yang mencapai 150%," katanya.

Dia mengatakan jumlah masyarakat Indonesia yang sudah memiliki rekening bank masih tergolong rendah hingga saat ini.

Pemerintah, lanjutnya, melihat isu mengenai keuangan inklusi menjadi semakin relevan. Bank, bukan hanya fokus pada operasional saja, tapi juga ikut melebarkan penetrasi di kalangan masyarakat.

"Jika keuangan inklusi bisa tercapai, maka akselerasi kinerja perbankan akan lebih disambut gembira," ujarnya.

Perbankan, katanya, begitu menikmati pertumbuhan tingkat pendapatan kelompok masyarakat kelas menengah. Padahal, apabila bisa menyentuh masyarakat kelas bawah akan membuat pertumbuhan bank lebih masif lagi.

"Sektor perbankan sedang tinggi, sehingga menjadi sektor yang profitable. Tantangannya bukan hanya menjaga tingkat keuntungan dan penjualan, tapi mendorong efektivitas intermediary,"  paparnya.

Dia menambahkan  perbankan juga perlu membangun sinergi dengan sektor riil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. "Hubungan perbankan dan sektor properti tak terpisahkan, dan saling menjadi bagian penting," katanya.

Menurutnya,  kebutuhan perumahan secara nasional yang begitu besar menjadi peluang bagi perbankan menggarap sektor tersebut.

Sebelumnya, Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) melansir data sekitar 120 juta penduduk Indonesia belum ber bank saat ini.

Perbankan sebenarnya memiliki peluang besar menggarap potensi tersebut, apalagi ekonomi di negara ini tumbuh baik.

Sigit Pramono, Ketua Perbanas, mengatakan kondisi tersebut membuat perbankan asing agresif ekspansi di Indonesia. "Ekonomi Indonesia merupakan yang terbesar di Asean. Namun, lebih dari 120 juta orang belum berhubungan dengan bank," ujarnya.

Editor : Ismail Fahmi

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.